Entah berapa lama lagi keindahan Zhangjiajie National Forest Park tidak diketahui dunia apabila tidak ada film Avatar karya James Cameron. Film ini berlatar di planet fiktif Pandora. Meski pembuatan film tidak dilakukan di China, banyak orang menganggap bahwa Taman Zhangjiajie adalah inspirasi sutradara terkenal membuat Avatar.

Di satu sisi, Zhangjiajie adalah salah satu area dilindungi tertua di China (sejak 1982) dan mudah dijangkau dari bandara besar manapun. Tapi di sisi lain, taman ini baru makin dikenal dengan nama tak resminya yaitu Taman Avatar.

Taman Nasional Zhangjiajie sendiri tidak seperti Pandora yang memiliki batu-batu terbang, akar-akar raksasa di atas tanah, air terjun, dan bahkan naga. Tetapi apabila diperhatikan baik-baik, kesamaannya cukup jelas.

Siapapun yang mengunjungi taman ini memiliki dua pilihan. Pertama, menyusuri jalur-jalur rendah di antara tebing-tebing setinggi 400 meter. Kedua, menaiki gunung dengan bantuan elevator Bailong setinggi 360 meter.

Ada beragam tempat menarik di taman ini: gua dan desa-desa setempat yang masih otentik. Tetapi memakai drone di dalam gua yang paling besar sekalipun sungguh tidak praktis, jadi kami memilih berfokus memfoto tebing-tebing.

Taman Zhangjiajie adalah bagian dari area bersejarah yang permai Wulingyuan. Wulingyuan telah dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO, dan Taman Zhangjiajie itu sendiri masuk daftar UNESCO Global Geopark. Ukurannya sungguh besar, sehingga bagian-bagiannya terpisah jauh. Tetapi, tiap bagian memiliki pesonanya sendiri: tiang-tiang batu dengan ketinggian berbeda-beda, pagoda, pavilion, sungai, dan jembatan. Jalan-jalan setapak menuntun Anda dari tepi tebing ke bawah dan akan memakan waktu lama untuk menyusurinya.

Bagian-bagian Utama Taman Nasional Zhangjiajie
Taman Nasional ini dapat dibagi menjadi empat area: Sungai Cambuk Emas di sebelah selatan, terdekat dengan Kota Zhangjiajie; Yuanjiajie di tengah, dapat diakses dari Suoxiyu di sebelah timur; Gunung Tianzi di utara, dan Yangjiajie di barat, paling terakhir dibangun. Masing-masing memiliki destinasi indahnya sendiri.

  • Yuanjiajie (Teritori Keluarga Yuan) — area paling populer dan paling ramai
  • Gunung Tianzi (Gunung Putra Surga) — terkenal akan awan dan kabutnya
  • Yangjiajie (Teritori Keluarga Yang) — belum lama ditemukan, dan paling curam
  • Sungai Cambuk Emas (Jinbian Xi) — cocok untuk jalan-jalan santai
  • Desa Batu Kuning (HuangshiZhai) — agak mirip Yuanjianjie, tapi kalah spektakuler
  • Area Rumah Tua (Laowuchang) — belum terimbas pembangunan, tenang dan alami, wajib bagi fotografer

Area Yuanjianjie

Di dalam Yuanjiajie (‘Teritori Keluarga Yuan’ 袁家界) ada “Gunung Haleluya Avatar”. Baru diberi nama tahun 2010, kini menjadi pemandangan populer di Zhangjiajie. Biasanya ramai, terutama saat musim sibuk wisata (Juli, Agustus, 1-3 Mei, dan 1-7 Oktober). Di saat-saat itu sulit berfoto tanpa berlatar belakang orang.

Yuanjiajie adalah bukit-bukit yang seperti tugu-tugu curam yang dikelilingi puncak-puncak yang lebih tinggi dan lembah-lembah terjal. Atraksi-atraksi utama Yuanjiajie adalah: Jembatan Pertama di bawah Surga, Gunung Haleluya Avatar, dan “Mimbar Jiwa Tersesat”.

Jembatan Pertama di bawah Surga (天下第一桥)
Anda bisa menyeberangi jembatan ini dan mengitari jalan setapak berbentuk bundar dan menikmati pemandangan lembah yang fantastis. Bagian ini selalu ramai, tapi pemandu wisata kami memilihkan waktu ketika para pengunjung mulai meninggalkan tempat ini atau pindah ke tempat lain. Tapi di musim panas tetap selalu ramai.

“Gunung Haleluya” Avatar
Gunung Haleluya mengambil nama dari film Avatar di mana ada pilar-pilar melayang Pandora, dikarenakan ketinggian tengahnya seringkali tertutup awan.
Dekat dengan Jembatan Pertama Anda bisa melihat jembatan suspensi terbuat dari logam, dimana Anda bisa melihat Pilar Surga, atau disebut juga Gunung Haleluya Avatar.

Mimbar Jiwa Tersesat (Mihun Tai)
Sekitar 800 meter menuju Yuanjiajie ada jalan setapak yang berkelok-kelok ke arah selatan sampai puncak Mimbar Wuyanding, dimana Anda bisa menikmati panorama ‘Mimbar Jiwa Tersesat’ (Mihun Tai 迷魂台).

Anda dapat melihat bukit-bukit dengan bentuk dan ukuran berbeda-beda yang kadang tersembunyi di balik awan, terutama setelah hujan, bagaikan berdiri di negeri dongeng.

Pengunjung tercengan dengan pemandangan yang indah sekaligus misterius sehingga ada yang lupa jalan pulang. Makanya tempat ini dinamakan ‘Mimbar Jiwa Tersesat’.

Elevator Seratus Naga
Elevator Seratus Naga (Bailong Elevator 白龙天梯) adalah cara yang TIDAK direkomendasikan untuk naik ke Yuanjiajie, dikarenakan waktu antrinya 2 jam untuk tumpangan 2 menit.

Dengan tinggi 335 meter, elevator ini terdiri dari mesin di dalam gunung dan tiga kereta elevator kaca yang menggantung di sisi gunung.

Gunung Tianzi

Gunung Tianzi menjadi pusat perhatian di area ini oleh karena tingginya. Dengan puncak setinggi 1.182 meter, dari gunung ini Anda bisa memotret lautan awan, terutama saat musim semi dan gugur. Ada kereta kabel menuju area ini dan para fotografer menggemarinya.

Gunung Tianzi (天子山 ‘Gunung Putera Surga’) kadang juga disebut Gunung Kaisar, karena para kaisar zaman dahulu dipercaya sebagai turunan surga, dan puncak Gunung Tianzi yang menyerupai pulau yang mengapung di lebatnya kabut, mencerminkan bayangan alam surgawi.

Mimbar Anggukan Untuk Jenderal
Mimbar Anggukan Untuk Jenderal (Dian Jiang Tai 点将台) adalah sebuah bukit yang diselimuti awan, dengan tiang-tiang batu beraneka bentuk. Tiang tertinggi yang terletak di tengah-tengah dinamakan “kaisar”

Di depan “kaisar” ada “pembaca sabda” yang membacakan sabda kaisar kepada para “pasukan”. Dua “Perdana Menteri” berada di kiri dan kanan. Kabarnya, kaisar Xiang dahulu menginspeksi pasukannya di sini.

YubiFeng
Di sebelah bangunan moderen bergaya pagoda, pemandangan ini disebut oleh para fotografer Barat sebagai “Pena Kaisar”, dan menghiasi beberapa perangko Cina, karena menyerupai pena kaligrafi.

Galeri Sepuluh Mil
Di tempat ini berada kereta monorail permukaan yang berkelok-kelok sepanjang lembah menuju sebuah sungai dengan latar belakang 3 gunung menyerupai jari. Sasampainya Anda di sini, baik naik kereta ataupun jalan kaki, langsung saja lanjutkan pendakian ke Gunung Tianzi (tidak disarankan saat musim panas, karena sangat ramai).

Jika sungai ini ada bunganya maka akan cantik sekali untuk difoto.

Area Yangjiajie

Yangjiajie (Teritori Keluarga Yang 杨家界) adalah area yang baru dikembangkan di taman nasional ini. Tempat ini area paling sepi, dengan pemandangan yang spektakuler dan menantang untuk didaki.

Area Yangjiajie
Area Yangjiajie menawarkan pendakian yang susah dan curam (butuh sekitar 2 jam untuk menaikinya). Jalur paling curam terbuat dari tangga batu yang licin, dengan kemiringan 70 derajat.

Toilet-toilet di Yangjiajie sangat “alami”, hanya berupa lubang di tanah dengan papan jongkok yang berada di gubuk kecil.

Tembok Besar Alami
Atraksi utama Area Yangjiajie adalah ‘Tembok Besar Alami’ yang merupakan tembok batu raksasa yang berkelok-kelok bagaikan Tembok Besar China yang asli.

Rumah Tianbo
Rumah Tianbo ada di puncak gunung di atas Gunung Oolong (乌龙寨). Sepuluh tembok-tembok batu paralel yang menjulang mengelilingi rumah keluarga Jenderal Yang ini.

Area Rumah Tua
Area Rumah Tua’ (Laowu Chang 老屋场) adalah daerah yang kurang berkembang di Taman Hutan Nasional Zhangjiajie, antara Yuanjiajie dan Gunung Tianzi. Cara terbaik mencapainya adalah dengan menyewa van dari Yuanjiajie.

Pemandangan di area ini sangatlah cantik dan mengagumkan. Matahari terbit di Laowuchang adalah hal yang wajib difoto di Zhangjiajie.

Padi di Langit
Taman Sawah Langit’ (KongzhongTianyuan空中田园) adalah sawah kecil di atas dataran yang dikelilingi tebing-tebing Zhangjiajie. Sawah ini digarap oleh penduduk setempat.

Perkumpulan Roh Prajurit
Menyusuri KongzhongTianyuan, Anda akan mendapati ‘Perkumpulan Roh Prajurit’ (ShenbingJuhui神兵聚会), di seberang Elevator Bailong. Ada 48 menara bagaikan prajurit yang berbaris membentuk formasi.

Ini adalah pemandangan yang agak berbeda di area ini, dan jika Anda adalah seorang fotografer, maka Anda akan memiliki objek foto yang agak berbeda di Zhangjiajie. Jika Anda berjalan di tempat pandang, pemandangan formasi lembah bagus untuk difoto.

Sungai Cambuk Emas
Sungai Cambuk Emas (Jinbian Xi 金鞭溪) adalah sungai kecil di kaki gunung. Panjangnya sekitar 7.5 km atau bisa disusuri dalam waktu 2 jam jalan kaki santai. Tidak ada yang istimewa di sini, jadi kalau waktu Anda terbatas kami sarankan Anda tidak melakukannya.

Tebing Cambuk Emas setinggi 400 meter di tepi Sungai Cambuk Emas terlihat megah, menjulang, dan bersegi. Dahulu, ini adalah atraksi paling populer di Area Wulingyuan.

Tebing ini penuh dengan pola, bagaikan sela-sela di cambuk raksasa. Saat matahari terbenam, tebing terlihat seperti cambuk emas raksasa yang menjulang dari tanah. ‘Cambuk Emas saat Sunset’ adalah image Zhangjiajie yang paling terkenal.

Desa Batu Kuning

Desa Batu Kuning’ (HuangshiZhai黄石寨) terletak 2 km sebelah utara Sungai Cambuk Emas. Desa di gunung ini juga wajib dikunjungi wisatawan. Atraksi-atraksinya di antaranya: Trail in Fir Woods, Imperial Edict dan Precious Box, Puncak Jarum, Gerbang Selatan Menuju Surga, dan Puncak Lima Jari.

Photo © Viktor Lövgren

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here