Pejuang hebat Angkor, Suryavarman II, melompat ke atas gajah yang membawa raja lawan, yang kebetulan juga merupakan paman beliau. Seketika itu, beliau membunuh dan merebut tahta raja tersebut untuk dirinya sendiri. Di masa kekuasaannya di abad ke-12, Suryavarman II menyatukan kembali Kerajaan Khmer di Kamboja. Beliau juga menciptakan salah satu pemerintahan terkuat di seluruh Asia Tenggara. Namun, peninggalan terbesarnya adalah arsitektur menawannya yang beliau tinggalkan. Satu kuil tertentu, Angkor Wat, sangat mempesona. Merkipun wilayahnya telah melimiliki kuil-kuil indah tersebar di seluruh hutan lebatnya, Raja Suryavarman II telah mengalahkan semua yang telah ada sebelumnya dan semua yang akan dibangun. Kuilnya merupakan monumen keagamaan terbesar dan termegah yang pernah dibangun dalam sejarah dunia.

Sejarah Angkor Wat

Makna dari Kuil Utama

Sebagian besar kuil yang telah ada sebelum Angkor Wat dipersembahkan kepada Dewa Hindu, Shiva, namun, kuil ini berbeda. Suryavarman II mempersembahkan karyanya kepada Vishnu dan menghadapkannya ke arah Barat (arah yang diasosiasikan dengan Vishnu), daripada Timur. Arsitek ahli merancang kuil dan tanahnya untuk mewakilkan dunia, termasuk laut dan sebuah kuil di gunung untuk menaungi para Dewa Hindu.

Ditambah lagi, kuil ini berada di lokasi paling bagus di pusat ibukota Kerajaan Khmer. Kuil tersebut berfungsi sebagai testamen kekayaan dan kekuasaan Kerajaan Suryavarman yang luas. Sejauh ini, itulah contoh paling menakjubkan seni arsitektur dan sebuah penyataan ketaatan terhadap agama yang setia. Inilah satu-satunya kuil di wilayah yang para pemuja seingkali gunakan sejak pembangunannya. Kuil ini tidak pernah tidak digunakan. Namun, kuil Khmer utama hanyalah satu kuil di provinsi Siem Reap di Kamboja, yang merupakan kampung halaman bagi Taman Arkeologi Angkor.

Masa Kejayaan

Taman tersebut adalah salah satu harta karun arkeologi terpenting di Asia yang berisikan sebuah kompleks dari ratusan kuil di wilayah ini. Untuk menjaga kuil-kuilnya, taman ini menjadi Tempat Peninggalan Dunia UNESCO di tahun 1992. Wilayah besar ini mencakup sekitar 400 kilometer persegi dan banyak tempat kuil lainnya pernah menjadi berbagai ibukota Kerajaan Khmer. Pada ketinggian wilayahnya, lebih dari satu juga orang tinggal dalam perbatasannya. Bahkan, para peneliti Evans et al. mendeskripsikan tempat ini sebagai “kompleks kediaman terbesar di dunia di masa pra-industri” yang juga memiliki sebuah sistem pengaturan air yang paling canggih.

Banyak cendekiawan setuju bahwa “Masa Kejayaan Angkor” mulai sekitar 802 CE ketika seorang pendeta Brahma mengumumkan bahwa penguasa Hindu, Jayavarman II, merupakan seorang Dewa-raja. Makna keagamaan dari ini dijelaskan di kutipan berikut dari Brittanica:

Kaum pemuja devarāja tumbuh keluar dari kedua tradisi Hindu dan pribumi. Itu mengajarkan bahwa raja merupakan penguasa ilahi dunia, sebuah penjelmaan Dewa Hindu Síva yang esensi kedewaannya ditunjukkan oleh linga (atau lingam), sebuah berhala yang didirikan di sebuah kuil gunung khusus. Penjagaan linga tersebut menjadi terikat dengan pengamanan Kerajaan, dan arsitektur besar kuil masa Khmer  membuktikan makna yang terlampir di ajarannya.

Penemu Kerajaan Khmer

Banyak catatan menunjukkan bahwa sebelum Jayavarman II menjadi raja, wilayah Asia Tenggara terdiri dari banyak kelompok yang bermusuhan. Jayavarman II menaklukkan wilayah Kamboja menjadi Laos dan menyatukan masyarakat Khmer Asia Tenggara dan menemukan Kerajaan Khmer. Kemudian sebuah perayaan dan upacara besar berlangsung di dataran Phnom Kulen dari sebuah jajaran pegunungan di provinsi Siem Reap. Di upacara tersebut, Jayavarman II menjadi penguasa dunia atau raja-dewa dan beliau mengumumkan kemerdekaan dari “Jawa” (cendekiawan berargumen apakah Jawa berarti pulau Jawa atau orang-orang Campa). Beliau menempatkan ibukota baru di wilayah yang sekarang dinamakan Roluos, dan beliau menamakannya Hariharalaya dari Dewa Hindu, Shiva. Raja Jayavarman II membangun kuil Phnom Kulen dan Kutisvara, yang sekarang berupa reruntuhan.

Kuil Khmer dan Arsitekturnya

Terdapat banyak kuil di Kamboja yang mendahului Jayavarman II. Namun, raja-dewa lain setelah beliau diwarisi sebuah kerajaan yang kaya dan kuat. Maka, mereka membangun sejumlah kuil yang kian membesar dan terperinci seiring waktu. Gaya arsitektur berubah sepanjang masa dan memuncak pada keterampilan dan gaya pembangunan Angkor Wat yang rumit. Sekarang, wilayah tersebut menarik jutaan pengunjung tiap tahun.

Kuil Banteay Srei, Angkor Wat abad ke-10

Ukiran batu pasir di dinding kuil Banteay Srei, akhir abad ke-10. Sumber: Wikimedia, Gunawan Kartapranata

Bahan-bahan utama yang digunakan dalam pembangunan kuil Khmer adalah batu bata, tanah liat (laterit), batu pasir, dan kayu. Bangunan satu-satunya yang terbuat dari batu pasir di seluruh kerajaan adalah kuil-kuil. Semua bangunan lain yang terdiri dari kayu, seperti rumah-rumah pribadi dan bagian-bagian kuil, telah merusak seiring waktu sejak saat itu. Pembangun Khmer awal menggunakan kebanyakan batu bata untuk membangun kuil-kuil, sementara masa-masa setelah itu menggunakan batu pasir, seperti kuil utama.

Awalnya, jantung tiap kuil memamerkan sebuah tempat suci atau kuil yang dipersembahkan kepada Shiva atau Vishnu. Sebagian besar kuil Khmer dipersembahkan kepada Shiva, namun, Suryavarman II membersembahkan kuilnya kepada Vishnu. Dewa-dewa datang dalam bentuk sebuah lingam (dalam perwujudan Shiva) atau berhala bersifat manusia. Angkor Wat dahulu memiliki patung Vishnu di kuil pusatnya. Di kuil-kuil, orang-orang memuja Dewa, leluhur, dan raja-dewa Hindu.

Kebanggaan Kamboja

Meski banyak kuil indah dibangun menyusul, Angkor Wat masih berdiri sebagai kuil yang paling menawan dan terkenal. Karya agung abad ke-12 dari orang-orang Khmer ini adalah bangunan kuil berbentuk piramid. Ia mencakup kompleks yang meluas ke luar yang menyimbolkan elemen kosmologis dan lanskap. Seluruh kuil memiliki luas wilayah lebih dari 202 hektar. Terdapat kuil dengan tiga tingkat galeri (aula atau berbentuk lorong) yang masing-masing lebih tinggi dari sebelumnya. Pada tengah-tengah tingkat tertinggi kuil, terdapat lima menara tinggi. Menara-menara ini mewakilkan puncak-puncak dari Gunung Meru, rumah bagi para Dewa Hindu. Di luar dinding luar, sebuah parit dengan lebar 620 kaki menyimbolkan laut.

Konstruksi dan fitur

Para pembangun menggunakan batu pasir atau batu bata sementara bahan-bahan utama dalam konstruksi Angkor Wat. Pertambangan ada di dasar gunung Phnom Kulen. Hingga sekarang, salah satu misteri paling mengejutkan yang bersejarah adalah mengenai cara orang-orang Khmer dapat membangun kuil besar ini hanya dalam waktu 37 tahun. Pada awalnya, paara ahli membuat map dari rute yang terlihat dengan panjang 54 mil dari pertambangan tersebut ke tempat ini. Namun, belakangan ini Etsuo Uchida dan Ichita Shimoda dari Universitas Waseda di Jepang meneliti gambaran satelit. Mereka dapat melihat kanal dan jalanan yang telah tertutupi oleh hutan. Ini memberikan kesempatan bagi tim tersebut untuk mendirikan rute baru yang hanya berjarak 22 mil dari tempat pertambangan. Pembangun Khmer membawa mengangkut sekitar 5 juta dan 10 juta blok dari tempat pertambangan untuk membangun kuil utama.

Megah dipenuhi oleh lebih dari 1.860ukiran apsara, atau Dewi-dewi surga, dan rautasan meter dinding pahatan timbul menggambarkan tokoh-tokoh melegenda agama Hindu, dan pemandangan dari kehidupan kontemporer. Kuil lainnya yang kembali ke tanggal masa-masa kekuasaannya (Raja Suryavarman II) melingkupi Banteay Samre, Thommanon, Chau Say Tevoda, dan, di bagian timur kapital, kompleks besar Beng Mealea.

Tak diketahui

Penemuan baru

Di tahun 2015, berita muncul mengenai penelitian bernama Proyek Besar Angkor, yang dipimpin oleh orang-orang dari Universitas Sydney, Profesor Roland Fletcher dan Dr. Damian Evans. Proyek tersebut menggunakan pemindaian laser udara dan radar tembus tanah dengan penggalian yang fokus. Mereka membuat beberapa penemuan menarik mengenai monumen tersebut. Kompleks kuil ternyata lebih besar dari perkiraan.

Ditambah lagi, pemindaian tersebut menemukan sebuah bangunan besar yang belum pernah terlihat sebelumnya. Para peneliti menyebut bangunan berpola tersebut “spiral berbentuk lurus.” Bangunan ini terdiri dari sebuah wilayah lebih dari 1500 x 600 meter yang mengapit bagian selatan kuil. Apa dan tujuan dari bangunan ini masih sebuah misteri, dan “tidak, untuk sekarang, ada hubungannya dalam dunia Angkor” (Evans & Fletcher 2015).

Tim tersebut juga menemukan sebuah kelompok menara yang telah terkubur di bagian barat. Mereka berteori bahwa para pembangun mungkin memiliki sebuah kuil yang mereka gunakan saat fase pembangunan. Mungkin, setelah konstruksi berakhir, para pembangun menurunkan dan menguburkan menara tersebut.

Akhir Khmer

Setelah Raja Suryavarman meninggal sekitar 1150 CE, penguasa-penguasa selanjutnya terus membangun banyak kuil. Beberapa conroh adalah Angkor Thom, Preah Khan, Ta Prohm, dan Banteay Chmar. Penurunan arsitektur Angkor nampaknya berhubungan dengan penggantian agama ke ajaran Buddha. Ini berlangsung sekitar setengah abad pertama dari abad ke-14.

Angkor Wat muncul pada Masa Kejayaan Kerajaan Khmer. Bangunannya terus bertahan melewati penurunan kekuasaan dan total transisi ke agama lain. Pemuja tidak pernah kehilangan kecintaannya pada kuil yang menakjubkan tersebut, yang sejak saat itu telah menjadi para Buddha Theravada. Kuil pusat yang pernah menjadi rumah bagi sebuah patung Vishnu dirubah, dan Vishnu disingkirkan dan digantikan dengan patung-patung Buddha. Sekarang, lebih dari 100.000 orang masih mendiami Taman Arkeologi tersebut. Ditambah lagi, para pemuja Buddha terus menggunakan kuil sebagai pusat pemujaan, sementara berjuta orang berbondong-bondong datang dari seluruh dunia untuk melihat karya seni, keagamaan, dan kekuasaan kerajaan termegah yang pernah dibangun.

————————————————————————————————————————————

Informasi mengenai Tur ini, Silakan kontak Worldlinks America, Los Angeles (La Habra): 562-691-1318 , San Francisco 415 242 8195 , Sales@WorldlinksAmerica.com.

Ingin mendapatkan Info Tur Terkini di Worldlinks America lewat Email atau WA, silakan daftar di www.TurDuniaGratis.com 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here