V: Gletser

1. Teluk Yakutat

Hari pertama kami di kapal dihabiskan untuk berlayar menuju Teluk Yakutat untuk menikmati pemandangan Gletser Hubbard yang tinggi menjulang.

Gletser Hubbard adalah bongkahan es raksasa selebar 10 km dengan kedalaman 200 meter. Saking lebarnya, kita tidak bisa melihat keseluruhan panjangnya kecuali dari jarak jauh. Dari saat salju turun di hulu glacier, berubah menjadi es, kemudian pelan-pelan bergerak ke hilirnya, semua ini butuh waktu 400 tahun. Dari foto memang tidak kelihatan, bongkahan-bongkahan es sebesar gedung 10 lantai sering kali terlepas dari gletser ini.

kanan: Bagian depan Hubbard Glacier. Untuk alasan keamanan, kapal kami hanya boleh mendekati bagian ini sampai jarak 800 meter saja.

Dari bagian depan haluan kapal di geladak 8, kami bisa mendapati pemandangan terbaik. Sebagian besar geladak untuk jalan kaki terdapat di geladak 7, tapi di haluan kami bisa naik ke atas geladak 8. Kami biasanya bisa mendekati pagar agar pemandangan gletser tidak terhalangi. Area ini juga lebih terlindungi dari cuaca.

Menurut saya, tempat ini lebih baik untuk menikmati pemandangan gletser dibanding area Sanctuary di geladak 16, karena di situ banyak orang dan mereka akan merusak panorama.

kiri: Di Teluk Yakutat. Wanita di sebelah kanan adalah Renate Gentner.

2. Glacier Bay Park

Kami singgah ke Glacier Bay Park, yang merupakan situs Warisan Dunia, di perjalanan kami tahun 2007. Tidak begitu banyak perubahan di sini selama sepuluh tahun terakhir. Tiap hari, hanya satu kapal pesiar diperbolehkan masuk untuk melestarikan lingkungan. Tetapi, kalau Anda naik yacht pribadi, Anda selalu bleh masuk. Hak istimewa untuk orang kaya.

Glacier Bay Park hanya bisa dimasuki naik kapal atau pesawat laut. Para penjaga taman nasional ini tinggal di Visitor Center di Glacier Bay Lodge di dekat pintu masuk. Mereka naik kapal kami untuk memberi panduan dan memberi tahu kami tentang fitur-fitur utama taman ini. Dari mereka, saya membeli stik memori USB berisikan gambar-gambar dan keterangan-keterangan menarik lainnya mengenai taman nasional ini. Gletser terbesar di sini adalah Gletser Margery, tapi tidak sebesar Gletser Hubbard di hari sebelumnya. Jadi, kami tidak begitu terkesima lagi. Untuk itu, saat berpesiar di Alaska, mungkin lebih baik menuju ke utara daripada ke selatan.

kanan: Tampak depan dari Gletser Margery.

Dahulu ada gletser besar di sini bernama gletser Grand Pacific, tetapi lama-kelamaan mengecil sehingga kapal kami dapat berlayar lebih dekat memasuki Teluk Tait dan kami dapat melihat gletser Margery di sebelah timur Grand Pacific.

Taman Nasional Glacier Bay juga tempat yang cocok untuk menyaksikan satwa. Masalahnya adalah jarak mereka terlalu jauh sehingga tampak hanya seperti titik kecil dari kejauhan. Tidak masalah, karena kami sudah dimanjakan oleh acara Nature di TV, dimana kami dapat menonton binatang-binatang ini secara close up.

3. Gletser Mendenhall

Kapal kami berlabuh di Juneau dan kami memutuskan mendatangi Gletser Mendenhall sendiri, karena acara tur dari kapal mahal. Kapal kami berlabuh di dekat pintu masuk Mt. Roberts Tramway. Ada wisata bus kota tepat di Tramway dan mereka menarik tarif $44 per orang untuk Wisata Gletser Mendenhall. Kami cukup kaget, karena saya kira tarif tur bus wisata ini cuma sekitar $10 saja untuk perjalanan pulang pergi, seperti di Skagway. Bisa jadi bus kota ini tidak dioperasikan oleh pemerintah kota dan semua transportasi menuju Gletser Mendenhall dioperasikan oleh swasta.

Norma tidak ikut kami, jadi untuk kami bertiga saja tarifnya $132. Kami melanjutkan jalan kaki dan berpapasan dengan bus yang sudah agak tua, yang kebetulan juga menawarkan wisata ke Gletser Mendenhall. Mereka meminta $42 per orang, jadi saya curiga para pengusaha transportasi wisata sudah saling bersekongkol untuk mendongkrak harga. Saya mencoba mencari Uber, tapi tidak ada. Jadi kami memanggil taksi dan Pak supir bilang tarifnya $35 bertiga. Tentu saja kami mau. Saat kami tiba di gletser, Pak supir juga bilang dia punya karcis masuk tujuan. Untuk menghemat waktu, kami memutuskan membelinya. Harganya masing-masing $17. Terdengar mahal, mungkin pengelola taman nasional ini sedang butuh uang. Di karcis tidak tertera harganya.

Saat saya periksa di loket karcis di taman nasional, petugas bilang bahwa supir taksi membeli karcis hanya seharga $2 atau $3 dan supir taksi diperbolehkan menjual kembali dengah harga antara 5 sampai 17 dolar. Seandainya saja saya beli langsung dari loket, harganya hanyalah $5 per tiket.

Jadi saya protes pada Pak supir taksi (dia menunggu kami, karena transportasi balik susah didapat) dan dia beralasan bahwa kebijakan perusahaan mengharuskannya menjual kembali tiket seharga $17. Dan dia membuktikan alasannya ini dengan mengeluarkan “surat keterangan” dari perusahaannya. Saya tahu itu cuma karangannya saja. Saya tahu dia sudah menyiapkan “surat keterangan” palsu ini sejak jauh-jauh hari apabila kelak ada protes semacam ini.

kanan: Gletser Mendenhall, tahun 2018.

Gletser Mendenhall makin menyusut sejak terakhir kami berkunjung dan sekarang sudah tidak memungkinkan lagi untuk sampai ke sana dengan berjalan kaki, karena sekarang telah ada danau besar di tempat yang dulunya adalah kaki gletser.

Ada beberapa titik pandang yang bagus sekitar 5-10 menit berjalan kaki dari pintu masuk taman nasional. Ada juga jalan setapak sepanjang 1,6 km menuju air terjun, seperti yang ada di foto, dan lokasinya dekat dengan kaki gletser.

kiri: Air terjun di kaki Gletser Mendenhall.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here