Yellowstone terkenal akan ngarai berdinding merah dan keajaiban alamnya yang memesona seperti Gletser Old Faithful dan Sumber Air Panas Mammoth, namun Anda tidak boleh melewatkan pengalaman menjelajah rute-rute pendaki dan cekungan gletser di taman nasional ini untuk menikmati pemandangan menakjubkan dari air terjun, hutan dan danau alpine. Grand Canyon di Taman Nasional Yellowstone terutama sangat populer di antara wisatawan dengan jiwa petualang. Kegiatan lainnya yang dapat dilakukan di taman nasional ini meliputi banyak hal dari berkuda di pedalaman hingga memancing di danau, maka buatlah rencana untuk mengunjungi tempat ini. Datangi Danau Yellowstone untuk berperahu atau berjalanlah ke Utara ke Lembah Hayden atau ke Timur Laut untuk melihat margasatwa yang luar biasa.

Ini adalah beberapa hal untuk dilihat-lihat di Yellowstone:

  1. Gletser Old Faithful

Fenomena alam memang tidak dapat diduga. Badai datang tiba-tiba, longsor salju dapat terjadi setiap saat, dan sebagian besar tidak tahu di mana gempa bumi terjadi. Namun setidaknya ada satu hal di dunia ini yang sangat baik dalam memenuhi ekspektasi yang bahkan hal tersebut dinamakan dari kemampuannya yang dapat ‘meramal’.

Gletser Old Faithful di Taman Nasional Yellowstone, Wyoming, bererupsi setiap 92 menit (pada waktu rata-rata) – inilah yang membuat para wisatawan berkumpul di sekitar gletser untuk melihat erupsi tersebut pada momen yang tepat, seakan-akan itu adalah sebuah pertunjukan.

Dan memang sebuah pertunjukan yang menakjubkan – Old Faithful menyemburkan aliran air besar ke udara hingga setinggi 130 sampai 190 kaki. Ketepatan waktunya dan keajaiban alami dari fenomena ini berakar dari tekanan besar di mata air di bawah tanah yang, seperti teko raksasa, berisikan air mendidih yang mendapatkan tekanan yang sangat banyak. Tekanan ini membesar dengan cepat dan lepas dalam uap dan air mendidih dengan kekuatan luar biasa.

  1. Grand Canyon Yellowstone

Spesifikasi geologi dari ngarai ini sedikit sulit dimengerti, kecuali fakta bahwa ngarai ini adalah akibat erosi, bukan hasil glasiasi. Setelah letusan kaldera 600.000 tahun yang lalu, wilayah ini diselimuti oleh aliran lava. Wilayah ini juga mengalami kepatahan dari luapan kaldera sebelum meletus. Bentuk dari ngarai yang ada saat ini, juga ngarai-ngarai yang ada sebelumnya, kemungkinan adalah hasil dari sesar, yang mengakibatkan mempercepatnya erosi. Wilayah ini juga diselimuti oleh gletser yang terjadi setelah aktivitas vulkanik tersebut. Mungkin dahulu ngarai ini berisikan endapan gletser yang kemudian terkena erosi dan tidak meninggalkan bekas. Ngarai yang ada saat ini tidak lebih dari 10.000 atau 14.000 tahun, meskipun mungkin sudah ada ngarai lainnya di tempat ini yang berusia lebih lama lagi. Ngarai ini memiliki kedalaman 800 hingga 1.200 kaki dan kelebaran 1.500 hingga 4.000 kaki.

Sungai Yellowstone adalah tenaga yang membentuk ngarai dan air terjun di sini.  Berawal di lereng Puncak Yount di selatan taman, dan berlanjut 600 mil hingga ujungnya di North Dakota kemudian mengalir ke Sungai Missouri. Ini adalah sungai tanpa bendungan di benua Amerika.

Ngarai di bawah Air Terjun Lower sempat menjadi tempat cekungan gletser yang merupakan hasil dari aliran lava riolit, patahan lebar, dan suhu panas di bawah permukaannya (tersambung dengan hotspot). Tidak ada yang tahu pasti kapan cekungan gletser di tempat ini terbentuk, meskipun mungkin tercipta saat masa glasiasi terakhir. Kegiatan kimiawi dan suhu panasnya menyebabkan perubahan pada batu riolitnya dari sirkulasi hidrotermal, membuat batu-batu ini menjadi lembut dan rapuh dan mudah terkena erosi (seperti memanggang kentang). Bukti dari kegiatan termal tersebut masih terdapat di ngarai ini yang berupa gletser dan sumber air panas yang masih aktif dan dapat terlihat. Wilayah Danau Clear (Danau Clear mendapat aliran dari sumber air panas) di selatan ngarai mungkin juga merupakan sisa-sisa kegiatan tersebut.

Menurut Ken Pierce, geologis dari US Geological Survey, pada akhir masa glasial, sekitar 14.000 hingga 18.000 tahun yang lalu, bendungan es terbentuk di muara  Danau Yellowstone. Ketika bendungan es tersebut meleleh, sejumlah besar air terlepas turun, menyebabkan banjir bandang dan erosi dahsyat dari ngarai yang ada sekarang. Banjir bandang ini mungkin terjadi lebih dari satu kali. Ngarai ini berbentuk V di sebuah lembah, yang mengindikasikan erosi dari sungai, bukan glasiasi. Ngarai ini masih mengalami erosi oleh Sungai Yellowstone.

Warna yang terlihat di ngarai juga merupakan hasil dari alterasi hidrotermal. Batu riolit di ngarai ini memiliki berbagai macam komponen besi. Ketika cekungan gletser masih aktif, kegiatan “memasak” dari batu-batu ini menyebabkan alterasi kimiawi di komponen besi ini. Eksposur yang terjadi kepada elemen-elemen ini menyebabkan bebatuan tersebut berubah warna. Batu-batu ini beroksidasi; ngarai ini mengalami proses perkaratan. Warna-warna ini mengindikasikan adanya atau tidak adanya air di komponen besi-besi tersebut. Warna-warna kunning di ngarai kebanyakan adalah hasil dari besi yang ada di batu, bukan belerang seperti yang orang-orang kira.

  1. Sumber Air Panas Grand Prismatic

Taman Yellowstone, Wyoming, menjadi taman nasional pertama di dunia ketika Presiden Ulysses S Grant mengesahkannya di tahun 1872. Tidak sulit untuk mengira mengapa pemerintah ingin melestarikan wilayah yang penuh akan pemandangan alam yang indah ini, terutama dengan fitur-fitur seperti: sumber air panas terbesar ketiga di dunia.

Sumber Air Panas Grand Prismatic merupakan sumber air panas terbesar di Yellowstone pada kelebaran 90 meter (295 kaki), kedalaman 50 meter (164 kaki), dan bekerja seperti fitur-fitur hidrotermal lainnya di taman nasional ini. Air yang berada jauh di bawah tanah dipanaskan oleh magma dan naik ke permukaan tanpa hambatan dari endapan mineral.

Saat mendidih ke atas, magma ini mendingin dan tenggelam, yang kemudian digantikan oleh air yang lebih panas di bawah tanah dalam siklus yang terjadi terus-menerus. Air panas ini juga melarutkan beberapa silika dalam batu-batu riolit di tanah, membuat pecahan yang mengendap menjadi sinter silika berwarna putih di lahan terdekat yang mengelilingi sumber air panas.

Pigmen warna-warni yang disebabkan oleh sejumlah mikroba – cyanobacteria – yang hidup dalam air hangat dan panas ini. Bergerak dari sisi terdingin dari sumber air panas tersebut ke sepanjang lereng, calothrix cyanobacteria hidup di suhu tidak lebih dari 30 derajat Celcius (86 derajat Fahrenheit), dapat juga hidup di luar air dan menghasilkan pigmen cokelat yang mengelilingi sumber air panas.

Sementara, phormidium hidup di suhu antara 45-60 derajat Celcius (113-140 derajat Fahrenheit) dan menghasilkan warna jingga, sedangkan synechococcus hidup di suhu hingga 72 derajat Celcius (162 derajat Fahrenheit) dan berwarna hijau kekuningan.

  1. Danau Yellowstone

Berada di tengah wilayah West Thumb Yellowstone, perairan terbesar di taman nasional ini dan danau air tawar terbesar di atas 7.000 kaki di Amerika Utara. Pertama dikunjungi oleh pemandu Lewis and Clark, John Colter, di awal tahun 1800-an, Danau Yellowstone telah menjadi destinasi populer di antara para pemancing dan penggemar berperahu. Saat musim dingin, banyak hewan (seperti bison dan beruang grizzly) berjalan ke wilayah danau yang lebih rendah, ke pantai wilayah selatan, di mana airnya tidak membeku karen aktivitas geothermic yang terjadi di bawah permukaan. Namun sebagian besar danau membeku pada awal Desember hingga awal Juni.

Dengan puncak-puncak indah dan danau jernihnya, Taman Nasional Yellowstone merupakan surga bagi penggemar aktivitas outdoor. Kolam warna-warni mengalir di sekitar sumber air panas; hutan hijau terbentang di padang rumput luas; dan gletser yang kian berubah menyemburkan aliran air ke udara. Dengan banyaknya keindahan alami, tidak heran jika semua orang mengira John Colter (pemandu para penjelajah dari Lewis and Clark) hanya berhiperbola ketika ia pertama kali menjelaskan keunikan geotermal Yellowstone di tahun 1807. Kini, tak terbantahkan lagi bahwa taman nasional ini sangat luar biasa. Ketika Anda menjelajahi 3.000-lebih mil persegi pegunungan, ngarai, gletser, dan air terjun, bersiaplah untuk melihat penduduk wilayah tersebut yaitu kerbau, rusa, dan bahkan beruang.

Meskipun Yellowstone menarik lebih dari 4 juta pengunjung tiap tahunnya – kesempatan untuk melihat hewan-hewan tersebut kecil kecuali Anda menghabiskan seluruh wisata Anda di Old Faithful. Longsoran tanah Yellowstone terbentang hampir satu hektar dari ujung barat laut Wyoming hingga sisi Idaho dan Montana, memiliki banyak wilayah yang belum terjamah untuk dijelajahi. Sediakan waktu satu atau dua hari untuk menikmati pemandangan di Danau Yellowstone dan Sumber Air Panas Mammoth. Namun sediakan juga waktu untuk menjelajahi wilayah yang belum banyak diketahui, seperti sumber air panas di Cekungan Gletser West Thumb dan margasatwa liar di Aliran Sungai Lewis dan Dogshead Loop. Memang banyak tempat-tempat dan kesempatan melihat margasatwa yang terkesan menarik, namun ingat: Anda selalu dapat kembali lagi ke tempat ini.

—————————————————————————————————————–

Informasi mengenai Tur ini, Silakan kontak Worldlinks America, Los Angeles (La Habra): 562-691-1318 , San Francisco 415 242 8195 , Sales@WorldlinksAmerica.com.

Ingin mendapatkan Info Tur Terkini di Worldlinks America lewat Email atau WA, silakan daftar di www.TurDuniaGratis.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here