Multnomah Falls

Multnomah Falls adalah air terjun yang berlokasi tidak jauh dari Portland di Oregon. Air terjun ini merupakan tempat lokal di mana pemandangan indah dapat ditemukan. Banyak orang mengunjungi tempat ini untuk melihat air yang sejuk dan bersih yang mengalir deras dari tebing berketinggian 611 kaki membentuk air terjun yang disebutkan di hampir semua World Book dan Almanac sebagai salah satu dari “air terjun tertinggi di dunia”. Sebuah legenda dikaitkan dengan pembuatannya, menceritakan hal mengenai cinta, kesetiaan, kepercayaan, dan pengorbanan. Multnomah Falls tak diragukan lagi adalah air terjun terbaik dan sangat menakjubkan di Oregon.

Kepala Desa Multnomah

Bertahun-tahun yang lalu, ada seorang kepala desa Indian bernama Multnomah yang memiliki putri cantik yang sangat ia cintai. Terlebih lagi karena ditinggal putra-putranya yang tewas dalam perang, putri tersebut menjadi sangat disayangi oleh Multnomah dan Multnomah ingin memastikan ketika waktu yang tepat datang, putrinya akan mendapatkan suami yang terbaik. Untuk mencapai tujuan ini ia menghabiskan waktunya mencari para pemuda dari desanya dan desa terdekat untuk hasil yang sebaik mungkin. Akhirnya ia memutuskan bahwa suami terbaik untuk anaknya adalah seorang kepala desa muda dari orang-orang Clatsop yang merupakan suku tetangga. Ternyata mereka berdua cocok dan kemudian menjalankan hubungan yang dalam hingga saling jatuh cinta.

Perayaan

Multnomah sangat bersenang hati dan berencana untuk mengadakan perayaan besar untuk pasangan tersebut. Ia akan mengundang orang-orang dari desa-desa jauh untuk mengucapkan selamat kepada pasangan tersebut, merayakan pernikahan mereka, dan ikut serta dalam banyak kegiatan yang diselenggarakan. Akan ada acara menyanyi dan menari, dan para pemuda akan bersaing melawan satu sama lain dalam pertandingan panahan, gulat, renang, mendayung kano, dan seperti biasa terdapat juga jamuan makanan. Acara tersebut akan sangat besar dan menyenangkan namun sangat disayangkan nyatanya tidak berjalan sesuai rencana.

Wabah Penyakit

Penyakit mengerikan datang dan menghinggapi banyak anggota desa. Pertama anak-anak dan orang-orang berusia lanjut meninggal namun kemudian bahkan orang-orang yang masih muda dan kuat juga terjangkit wabah ini. Kepala Desa menjadi sangat khawatir dan memanggil dewan besar dari anggotanya dan mengirimnya kepada dukun terbijak dan paling berpengalaman di penjuru suku yang tinggal sebagai pertapa di gunung. Dukun tersebut jarang meninggalkan rumahnya di gunung namun ketika sebuah pesan datang dari Multnomah yang memohon untuk turun mengunjungi desa, ia tahu sebuah waktu besar yang sudah lama diramalkan telah datang. Dukun tua itu memberi tahu Kepala Desa Multnomah dan para dewan bahwa apa yang ia harus sampaikan adalah hal yang sangat suram dan mengerikan namun tidak ada lagi cara lain untuk membenarkan situasi tersebut.

Ramalan

Dukun tersebut menceritakan sebuah ramalan yang telah lama disampaikan padanya ketika ia masih muda oleh ayahnya sebelum ayahnya meninggal pada usia yang sangat tua. Ayahnya mengatakan bahwa sebuah waktu akan datang saat ia hidup hingga usia tua ketika sebuah wabah akan dijatuhkan kepada masyarakat. Tidak akan ada orang yang selamat dari wabah tersebut kecuali seorang putri dari kepala desa dengan sukarela mengorbankan nyawanya kepada Arwah Besar. Ini dan hanya hal ini, yang dapat menyelamatkan masyarakat desa. Dukun tua tersebut lalu memohon untuk meninggalkan dewan karena ketika ramalan tersebut telah diungkapkan, sudah waktunya agar ia mati dan ia pergi kembali ke gunung.

Ketika orang-orang mendengar ramalan tersebut banyak gadis muda dari suku menawarkan diri mereka kepada Kepala Desa Multnomah untuk dikorbankan, termasuk putri tersayangnya. Multnomah terperangah, tak ingin ada satu pun dari gadis-gadis itu untuk dikorbankan nyawanya dan ia berpikir keras dan matang-matang akan apa yang harus ia lakukan. Akhirnya ia membuat keputusan dan memanggil rapat umum masyarakat desa serta menjelaskan situasinya. Ia mengatakan ia tidak akan meminta salah satu pun dari gadis-gadis tadi untuk dikorbankan. Malah, ia mengatakan kepada rakyatnya bahwa mereka harus kuat dan mempersiapkan diri seperti nenek moyang mereka ketika ajal menjemput.

Orang-orang meninggal lebih banyak lagi, kemudian putri Multnomah kembali mendatangi ayahnya untuk meminta izin mengorbankan diri agar warga desa dapat diselamatkan. Lagi-lagi, Multnomah menolak dan dengan sayangnya putri Multnomah menurut. Ketika wabah menghinggapi pria yang ia cintai, ia tahu apa yang harus ia lakukan. Setelah merawat pria yang dicintainya dengan seluruh rasa sayang, ia diam-diam pergi keluar desa dan berjalan ke tebing tertinggi.

Pengorbanan

Dengan jantungnya berdegup kencang, putri Multnomah berjalan ke tepi tebing dan berdiri melihat ke dasar berbatu jauh di bawah. Memejamkan mata, ia memanggil Arwah Besar untuk memberinya tanda sebagai bukti bahwa pengorbanannya akan menghentikan wabah mematikan tersebut. Kemudian ia membuka mata dan memandang seluruh langit, melihat ke mana saja untuk sebuah tanda. Ia melihat matahari dan awan, lalu dia melihat bulan purnama di kejauhan terbit di siang hari.  Ia menganggap ini sebagai tanda dan lompat dari tebing.

Di hari berikutnya di desa, orang-orang yang terjangkit penyakit bangun dari tempat tidur mereka dengan merasa sehat dan senang karena telah pulih. Kemudian warga mulai berpikir dan bertanya-tanya mengapa mereka dapat sembuh dari wabah.

Multnomah memanggil semua gadis-gadis dan semua dari mereka hadir kecuali putrinya. Dengan lekas kepala desa Clatsop lari ke jalan menuju tebing. Mengintip dari tepi tebing, ia sangat terpukul melihat jasad wanita yang ia cintai tergeletak tak bernyawa di antara batu-batu di bawah.

Arwah Besar

Warga desa sedih dan menangis. Sebagai rasa terima kasih mereka pergi ke dasar tebing dan memberikan pujaan kepada sang putri dengan tradisi mereka lalu membangun piramida dari tumpukan batu di atas jasadnya. Multnomah memanggil Arwah Besar untuk meminta sebuah tanda bahwa putrinya telah diterima di sisinya. Kemudian mereka mendengar suara air dan lalu aliran air menyembur turun ke bawah tebing membentuk air terjun yang terus mengucur sejak saat itu.

Ada yang mengatakan bahwa mereka melihat arwah putri terbalut pakaian putih berjalan ke atas tebing. Di sana ia berdiri di sisi air terjun yang kini dinamakan Multnomah Falls yang dianugerahkan oleh Arwah Besar untuk menunjukkan bahwa ia, yang telah mengorbankan nyawanya demi cinta, bahagia di sisi Arwah Besar.

————————————————————————————————————————————

Informasi mengenai Tur ini, Silakan kontak Worldlinks America, Los Angeles (La Habra): 562-691-1318 , San Francisco 415 242 8195 , Sales@WorldlinksAmerica.com.

Ingin mendapatkan Info Tur Terkini di Worldlinks America lewat Email atau WA, silakan daftar di www.TurDuniaGratis.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here