PADA SUATU HARI, ADA SEEKOR ANJING BERNAMA HACHIKO

Anjing adalah teman terbaik manusia, begitulah pepatahnya. Akhir-akhir ini, terkadang sulit untuk memercayai kata-kata itu ketika anjing setia Anda menyeret celana kotor Anda, pakaian dalam termasuk, ke ruang tamu untuk
dilihat semua tamu Anda (cerita asli). Namun satu anjing di Jepang membuktikan kesetiaan tiada batas, menunggu kepulangan majikannya di tempat yang sama setiap harinya selama sepuluh tahun setelah kematian majikannya.

Eizaburo Ueno, professor bidang ilmu agrikultur di Universitas Tokyo, telah lama menginginkan seekor anjing murni berjenis Akita Jepang. Ia telah mencari-cari anak anjing Akita yang tepat sejak lama, hingga salah satu muridnya menganjurkan ia untuk mengadopsi Hachiko, dari kota Odate di prefektur Akita.

Hachiko, atau Hachi yang kemudian menjadi nama panggilannya, dan majikan barunya lantas menjadi teman dekat, dan Eizaburo pun mencintai anjingnya melebihi semuanya, bahkan memperlakukan Hachiko sebagai anaknya. Keduanya tak dapat dipisahkan.

hachiko_ueno_gridSeiring bertumbuhnya Hachiko, ia mulai mengantar majikannya kerja pada pagi hari ke Stasiun Kereta Shibuya, di pusat Tokyo, dan menjemputnya di stasiun yang sama pada siang hari saat ia kembali dari kerja.

Pada tanggal 21 Mei 1925, hanya dua tahun setelah Hachiko lahir, Hachiko sedang seperti biasa duduk di pintu keluar Stasiun Kereta Shibuya, menunggu Eizaburo kesayangannya. Namun majikannya tidak pernah muncul.

Ternyata Eizaburo menderita pendarahan di otak dan meninggal secara tiba-tiba dan tak disangka saat kerja.

Hachiko pindah tinggal dengan bekas tukang kebun keluarga Ueno, namun selama sisa hidup sepuluh tahunnya ia terus pergi ke Stasiun Kereta Shibuya setiap pagi dan siang tepat ketika kereta dijadwalkan untuk sampai di stasiun, menunggu sia-sia akan kepulangan majikan kesayangannya yang, sayang, tidak pernah kembali.

Seorang reporter koran Jepang terkemuka mengambil cerita Hachiko pada tahun 1932 dan menerbitkannya, yang menyebabkan Hachiko menjadi selebriti di penjuru Jepang.

Masyarakat mulai memanggilnya “Chucken-Hachiko” yang berarti “Hachiko Si Anjing Setia.”

Cerita di balik seekor anjing yang tidak pernah menyerah juga memperoleh banyak perhatian di media nasional, menginspirasi banyak orang dari seluruh dunia untuk mengunjungi Hachiko di Stasiun Kereta Shibuya untuk menyuguhkan makanan.

PATUNG ANJING HACHIKO

hachiko 1Pada tahun 1934 patung Hachiko didirikan pada sebuah upacara besar di depan Stasiun Kereta Shibuya dengan Hachiko sendiri hadir sebagai tamu utama.

Hachiko meninggal dalam tidurnya dan seorang diri di jalan di dekat Stasiun Kereta Shibuya pada tanggal 8 Maret 1935, pada umur dua belas tahun.

Hachiko kini telah dipajang di Museum Sains Nasional di Ueno, Tokyo.

Terdapat juga sebuah monumen Hachiko di sebelah makam majikannya di pemakaman Aoyama di Tokyo.

Sekarang, patung perunggu Hachiko adalah atraksi yang populer di luar Stasiun Kereta Shibuya, terutama di antara pemuda-pemuda Jepang.

Sebenarnya dua patung perunggu Hachiko telah dibangun. Yang pertama sudah disingkirkan saat Perang Dunia II dan dilelehkan sebagai sumber logam.

Juga, di dinding Stasiun Kereta Shibuya terdapat sebuah karya seni besar yang indah tentang Hachiko.

——————————————————————————————————————————-

Informasi mengenai Tur ini, Silakan kontak Worldlinks America, Los Angeles (La Habra): 562-691-1318 , San Francisco 415 242 8195 , Sales@WorldlinksAmerica.com.

Ingin mendapatkan Info Tur Terkini di Worldlinks America lewat Email atau WA, silakan daftar di www.TurDuniaGratis.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here