Arashiyama dikenal dengan wisata kereta romantis Sagano-nya, baik di musim semi yang dihiasi bunga sakura ataupun di musim gugur dengan daun pohon mapel yang berwarna-warni. Arashiyama juga terkenal akan jembatan legendarisnya yaitu jembatan Togetsukyo yang banyak dipakai untuk foto-foto promosi wisata. Tapi tahukah Anda bahwa ada satu lagi yang mempesona. Ia adalah jalan-jalan setapak di hutan bambu sepanjang lebih dari 500 meter terletak di tengah-tengah kuil Tenryuji dan kuil Shrine.

Jepang punya sejarah panjang dengan bambu. Di dongeng dan legenda Jepang, ada kiasan yang mengaitkan kekuatan manusia dengan bambu. Banyak perayaan juga memakai bambu dalam berbagai bentuk. Kita bisa lihat mangkuk es krim, bangunan, dan pagar yang semuanya terbuat dari bambu. Namun, jarang-jarang bisa kita lihat hutan bambu yang masih asli yang tumbuh lebat di kiri kanan jalan setapak di sini.

Di Hutan Bambu Sagano, batang-batang bambu yang hijau menjulang melandai dibelai angin, mengeluarkan suara gesekan dan pelintiran dan daun-daunnya yang gemerisik.

Matahari menerpa atap dedaunan bambu yang lebat, bias-bias sinar tipis menembus sela-selanya dan mengenai para pelancong bersenjatakan kamera yang melalui setapak yang melintasi hutan. Mereka kesulitan mengambil sudut pandang foto mereka, semaksimal mungkin agar tidak ada manusia yang masuk bingkai foto mereka.

Kalau Anda pernah baca-baca artikel yang berisi tempat-tempat yang harus Anda kunjungi sebelum Anda meninggal, atau kompilasi hutan-hutan tercantik di dunia, kemungkinan besar foto Sagano ada di dalamnya.

Terletak di distrik Arashiyama yang mempesona di barat Kyoto, Hutan Bambu Sagano makin terkenal saja belakangan ini, bersamaan dengan makin banyaknya artikel tentang travel yang biasanya mengandung daftar tempat-tempat yang bombastis.
Meski kecantikan bambu memang menjadi daya tarik, suara gemerisik dedaunannya juga menjadi daya tarik tersendiri.
Beberapa tahun lalu, Menteri Lingkungan Jepang memasukkan Hutan Bambu Sagano dalam daftar “100 Destinasi Pendengaran Jepang” yang bertujuan mendorong masyarakat untuk berhenti sejenak dan menikmati musik alam.

Titik tercantiknya tidak terletak di awal jalan setapak, melainkan lebih jauh lagi, melewati pintu masuk kuil Tenryuji, dimana sekelompok pohon bambu tumbuh tidak begitu berdempetan, sehingga masing-masing bisa tumbuh kokoh dan gagah.

————————————————————————————————————————————

Informasi mengenai Tur ini, Silakan kontak Worldlinks America, Los Angeles (La Habra): 562-691-1318, San Francisco 415 242 8195 , Sales@WorldlinksAmerica.com.

Ingin mendapatkan Info Tur Terkini di Worldlinks America lewat Email atau WA, silakan daftar di www.TurDuniaGratis.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here