Penyu laut merupakan salah satu binatang yang terancam kelestariannya dan harus dilindungi. Banyak hal yang dapat membuat populasinya terancam, dari kondisi air laut sampai binatang liar yang siap memakan telurnya. Bahkan termasuk faktor manusianya sendiri. Manusia membuang sampah sembarangan saat di tengah laut dan pinggir pantai, membangun sarana perumahan atau penginapan terlalu dekat dengan bibir pantai, serta memasang sinar penerang yang berlebihan dapat mengancam populasinya.

Penyu betina merasa nyaman untuk bertelur di kawasan pantai yang tenang dengan pasir yang kering. Jika pantai mengalami abrasi, kotor dan terlalu terang pada malam hari, maka penyu itu akan kesulitan untuk mencari tempat untuk bertelur. Satu lagi faktor yang mengancam yaitu berkeliarannya anjing-anjing liar yang gemar menggali dan memakan telur yang tertanam di dalam pasir.

Adalah salah satu nelayan bernama I Made Kikik yang peduli terhadap kelestarian penyu laut. Dirinya merasa prihatin melihat telur-telur penyu berserakan di pinggir pantai akibat digali dan dimakan anjing-anjing liar. Lalu timbullah niat untuk melindunginya. Dari mulai mengambil, menyelamatkan dan membawa telur-telur itu ke penangkaran penyu di pulau Serangan. Sampai akhirnya Made Kikik berpikir untuk menetaskan dan melepaskan di pantai Saba serta membuat tempat pengeramannya secara sederhana sendiri di halaman belakang rumahnya.

Sejak tahun 2007 itulah Made Kikik mulai dibantu teman-temannya sesama nelayan untuk menyelamatkan dan mengembalikan tukik (anak penyu) kembali ke laut. Mereka penuh semangat menolong para penyu ini sukarela tanpa memikirkan bayaran bahkan sempat dipertanyakan surat izinnya karena kegiatan seperti ini perlu memiliki surat izin khusus. Akhirnya pada tahun 2014, kegiatan penangkaran ini mendapatkan perhatian dari pemerintah kabupaten Gianyar, dengan memberikan bentuk bantuan perizinan penggunaan lahan sebesar 5 are di pinggir pantai Saba serta dana pembangunan penangkaran.

Pengunjung Saba AsriPenangkaran penyu Saba Asri yang lahir dari kepedulian, semangat dan tetesan keringat Made Kikik serta teman-temannya ini sungguhlah masih perlu berjuang untuk tetap hidup. Janganlah bayangkan sebuah penangkaran penyu yang besar dengan segala fasilitas yang memadai. Semua serba sederhana. Dengan sebuah bangunan yang dilengkapi tempat penampungan air untuk merawat dan memberi makan sebelum tukik siap dilepas serta tempat pengeraman telur di halaman yang bertutupkan kain terpal. Tentunya mereka ingin penangkaran ini lebih besar, lebih banyak menampung dan menyelamatkan penyu laut, tapi biaya tentunya tidaklah sedikit. Saat ini biaya listrik untuk penerangan dan menggerakkan pompa air untuk menarik air laut ke dalam bak penampungan, perawatan dan memberi makan tukik, didapat dari donasi para pengunjung yang datang untuk melihat dan melepaskan tukik. “Setiap hari kami membutuhkan udang segar untuk memberi makan tukik dua kali sehari. Udang segar ini cukup mahal karena 1 kilo saja bisa 70 ribu dan ludes untuk hitungan 50 tukik saja. Padahal tukik di sini bisa ratusan jumlahnya,” kata Made Kikik.

Karena itulah mereka sangat mengharap banyak pengunjung datang sehingga kehidupan penangkaran terus berlanjut dan mereka makin banyak menyelamatkan kehidupan penyu laut. Menurut humas Saba Asri, Ketut Rahmadiana, saat ini mereka juga menawarkan paket tur menginap 2-3 hari di bulan Juli-Agustus karena pada saat itu musim penyu bertelur sehingga pengunjung sambil berekreasi di Bali sekaligus dapat pengalaman melihat dan berburu telur di malam hari di pantai Saba. Selain adanya program adopsi penyu dan merilis merchandise seperti tas belanja, scarf serta perhiasan perak berbentuk penyu. Hasil penjualannya untuk kelangsungan kehidupan penangkaran penyu ini.
———————————————————————————————————————————

Informasi mengenai Tur ini, Silakan kontak Worldlinks America, Los Angeles (La Habra): 562-691-1318 , San Francisco 415 242 8195 , Sales@WorldlinksAmerica.com.

Ingin mendapatkan Info Tur Terkini di Worldlinks America lewat Email atau WA, silakan daftar di www.TurDuniaGratis.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here