Snorkeling merupakan kegiatan rekreasi di air yang cukup populer dan biasanya dilakukan di laut untuk mengamati beraneka ragam biota laut diperairan dangkal. Namun kegiatan serupa di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, bukan snorkeling di laut, tapi di tempat pemandian air tawar.

Adalah Umbul Ponggok, sebuah areal pemandian (telaga) yang terletak di Desa wisata Ponggok, kecamatan Polanharjo. Nama Umbul Ponggok mempunyai arti, Umbul yang berarti mata air, sedangkan Ponggok adalah nama Desa tempat dimana mata air itu berada. Mata air tersebut tidak jernih, namun secara langsung mempunyai manfaat untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, minum, mencuci bagi warga setempat.

Umbul PonggokMenurut cerita Tokoh Masyarakat setempat, awal mula Desa Ponggok adalah berawal dari para Pini Sepuh (nenek moyang) yang memperkirakan Umbul Ponggok akan menjadi telaga yang sangat besar dan dapat menenggelamkan pemukiman penduduk di sekitarnya. Karena air dari mata air terus menerus mengalir, maka tanah di sekeliling mata air tersebut tergerus membentuk cekungan seperti telaga. Dahulu warga setempat dan para Pini Sepuh juga mempercayai adanya sepasang ikan menyerupai Gereh Pethek (ikan berwujud kepala dan duri) yang muncul di telaga tersebut.

Untuk mengantisipasi hal itu, para Pini Sepuh dan warga mengadakan ritual agar air sumber Umbul Ponggak tidak membesar dengan menyajikan pertunjukan Ledhek yang diiringi gamelan komplit beserta waranggono (penabuh). Sebelum pertunjukan di mulai, terjadi suatu keanehan. Gamelan beserta Warnggononya hilang secara tibatiba. Kemudian munculah seekor burung Pungguk besar yang hinggap Plogrok (pojok pohon) Gayam. Dengan menggunakan bahasa isyarat, burung Pungguk bisa menunjukan keberadaan salah satu perangkat gamelan, yaitu berupa sebuah gong yang menyumbat sebagian lubang mata air. Dan hingga saat ini batu yang menyerupai perangkat gamelan gong masih utuh. Untuk mengingat peristiwa tersebut, Pini Sepuh memberi nama desa di sekitar mata air dengan nama Desa Ponggok. Kemudian mata airnya dinamakan Umbul Ponggok. Masyarakat mempercayai bahwa air yang keluar dari Umbul Ponggok dapat membawa berkah hingga saat ini.

Pada masa Kolonial Belanda, Desa Ponggok pernah dijadikan sebuah kota Kawedanan (setingkat di atas Kecamatan) atau menjadi ibu kota dari beberapa kecamatan di sekitar Kecamatan Polanharjo. Karena letak geografisnya yang strategis dan berpotensi, maka di Desa Ponggak dibangunlah pabrik gula dengan di kelilingi bangunan loji besar dan megah yang menghadap ke Timur dan bersebelahan dengan Umbul Ponggak yang ditandai dengan prasasti Bunga Tanjung.

Secara ekologis keberadaan pepohonan seperti pohon Gayam yang kokoh tumbuh di sekitar Umbul Ponggak berperan penting dalam mempertahankan keberadaan mata air. Perakaran pohon Gayam, mampu menyimpan air dalam jumlah banyak. Sehingga bisa menjaga kuantitas air di Umbul tersebut. Hal ini, juga di manfaatkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk memenuhi kebutuhan akan air bagi warga Klaten.

Oleh Pemerintah Desa Ponggak dan Pemerintah Kabupaten Klaten, beberapa kali Umbul Ponggak di renovasi. Dan pada tahun 2010, mata air ini telah selesai direnovasi dan dibangun kolam renang untuk anak-anak. Telaga yang mempunyai ukuran panjang 75 meter dan lebar 40 meter dengan kedalaman 2 meter, kini dikelola oleh warga dan pemerintah Desa Ponggak dengan menawarkan wisata snorkeling yang berbeda. Karena air dari Umbul Ponggak yang berada di dasar kolam keluar terus-menerus dan mengalir membuat airnya begitu jernih hingga pengunjung dapat melihat tingkah laku ikan, hamparan pasir, dan bebatuan. Di telaga yang mempunyai luas sekitar
3.000 meter persegi itu, pengunjung bisa temui beberapa jenis ikan, di antaranya ikan nila, koi, bawal, dan lain sebagainya. Jangan khawatir, di tempat ini menyewakan peralatan snorkeling, pelampung, dan kamera bawah air. Dan walaupun jumlah ikannya banyak, namun air di telaga Umbul Ponggak tidak berbau amis, karena airnya terus-menerus mengalir keluar menuju sungai yang berada di sebelahnya.

SnorkelingSaking jernihnya air, pengunjung juga dapat mengabadikan momen berharga dengan bergaya berfoto atau membuat video berlatar belakang taman bawah telaga serta dapat menggunakan aneka aksesoris seperti sepeda, kursi, dan lain sebagainya. Sebagai langkah untuk mengantisipasi kekecewaan saat mengabadikan momen yang berharga, alangkah baiknya, pengunjung membawa kamera atau perangkat kamera yang kedap air sendiri sebagai cadangan. Di sinilah sensasi wisata snorkeling yang ditawarkan oleh Umbul Ponggak dengan taman bawah air telaga. Silakan berkunjung ke Umbul Ponggak untuk menikmati sensasi wisata snorkeling dan menikmati kesegaran airnya.

Akses untuk menuju ke lokasi Umbul Ponggak cukup mudah. Jika pengunjung dari Jogja ke arah Solo dan setelah melewati kota Klaten, di sebelah kanan jalan, pengunjung akan menjumpai Sub-Terminal Panggung. Dari terminal Panggung, berbelok ke kiri dengan jalan yang lumayan lebar dan tidak begitu ramai. Ikuti terus jalan tersebut sampai menemui papan penunjuk arah. Di papan tersebut akan ada arah jurusan Cokro- Solo-Boyolali, ikuti terus arah jurusan tersebut. Dari papan penunjuk arah, sekitar 3 kilometer di sebelah kiri jalan, akan di jumpai papan penunjuk yang bertuliskan Pemandian Umbul Ponggak. Saran, akan lebih efektif, pengunjung membawa kendaraan sendiri.

Keberadaan Umbul Ponggak memberikan nilai tambah bagi perekonomian warga Desa Ponggak. Pemandian tua yang dulu tidak terurus, kini telah mendongkrak pendapatan desa Rp 6,5 miliar per tahun, dengan keuntungan bersih sekitar Rp 3 miliar per tahun, setelah aparatur Desa Ponggak beserta warganya sadar menggali akan potensi sumber daya alam desanya. Dengan menyulap pemandian tua itu obyek wisata kekinian yang mampu mengundang wisatawan dari luar daerah. Keuntungan tersebut untuk memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yang saat ini sebagai penanggung jawab pengelolaan obyek wisata Umbul Ponggok.

Kesuksesan aparat Desa Ponggok mendongkrak pendapatan dari pengelolaan pemandian tua tersebut, bukan tanpa sebab. Aparat desa Ponggok mendirikan BUMDes yang mampu mempercepat mewujudnya desa mandiri dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Saat ini Desa Ponggok menjadi desa percontohan nasional.

———————————————————————————————————————————–

Informasi mengenai Tur ini, Silakan kontak Worldlinks America, Los Angeles (La Habra): 562-691-1318 , San Francisco 415 242 8195 , Sales@WorldlinksAmerica.com.

Ingin mendapatkan Info Tur Terkini di Worldlinks America lewat Email atau WA, silakan daftar di www.TurDuniaGratis.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here