Anda sedang berlibur di Yogyakarta? Beberapa tempat bersejarah berikut ini wajib Anda sambangi. Apa saja?

KERATON NGAYOGYAKARTA HADININGRAT

Keraton Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat terletak di jantung provinsi ibukota Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Posisi Keraton pun tepat pada satu garis lurus antara Gunung Merapi dan Pantai Selatan Jawa. Istana ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal sang raja dan Gubernur Provinsi DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X (HB X). Saat berkunjung ke Keraton, Anda akan didampingi oleh seorang abdi dalem yang bertugas sebagai pemandu wisata. Selain diperkenalkan kepada berbagai pusaka dan peninggalan Keraton, Anda juga dapat masuk ke area tempat tinggal keluarga kerajaan (Kedhaton). Sebelum masuk ke kompleks Kedhaton, Anda akan disambut oleh
sepasang arca raksasa Dwarapala yang mengapit Gapura Donopratopo.

BALE RAOS

Wisata sejarah Anda di Yogyakarta belumlah lengkap tanpa sensasi kuliner di Bale Raos. Bersebelahan dengan Keraton, restoran bertajuk rumah Joglo ini menyuguhkan berbagai hidangan favorit Raja dan Ratu Keraton Jogjakarta. Lontong kikil, misalnya, merupakan makanan kesukaan istri Sri Sultan Hamengkubuwono X, GKR Hemas. Di tempat ini, Anda juga dapat mencicipi Beer Jawa, minuman non-alkoholik favorit mendiang Sri Sultan HB VIII (1880 – 1939).

Semua menu yang disajikan diolah sesuai dengan resep rahasia keluarga kerajaan yang diwariskan secara turun-temurun. Dengan kisaran harga yang terjangkau, Anda dapat bersantap ala Sultan Jogja di Bale Raos.

TAMAN SARI

Kompleks kebun istana yang dibangun pada masa kepemimpinan Sultan HB I (1755 – 1792) ini mencerminkan sebuah pahat karya seni bangunan Jawa klasik dan sistem tata air yang mutakhir. Meskipun dimaksudkan sebagai tempat pertapaan dan peristirahatan Sultan HB beserta keluarganya, Taman Sari juga berfungsi sebagai benteng pertahanan terakhir Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Di bagian selatan kompleks Taman Sari, Anda dapat menyaksikan keindahan arsitektur Umbul Binangun, sebuah kolam pemandian yang diperuntukkan bagi Sultan, permaisuri, selir-selir, dan putri-putrinya. Anda juga dapat mengunjungi masjid bawah tanah yang bernama Sumur Gumuling, yang konon katanya juga merupakan tempat pertapaan sang raja.

Selain ideal untuk sesi pemotretan, Taman Sari juga kerap menjadi tempat syuting beberapa film dan video klip. Salah satunya syuting adegan film Hollywood berjudul Java Heat yang bertempat di lorong bawah air Taman Sari.

MUSEUM KERETA KERATON

Terletak di sisi barat Keraton, museum ini merangkap fungsi sebagai garasi untuk 23 kereta kuda milik Sultan HB. Meski kebanyakan kereta kuda tersebut dibuat di Belanda, ada juga beberapa kereta kuda produksi lokal, seperti Kereta Kyai Jetayu, yang dibuat di Roto Wijayan.

Salah satunya adalah Kereta Garuda Yeksa. Kendaraan berlapis emas 18 karat ini juga dikenal dengan nama Kereta Kencana. Kereta Garuda Yeksa yang dibuat di Negeri Kincir Angin, Amsterdam Belanda ini merupakan salah satu pusaka Keraton peninggalan Sultan HB VI (1821 – 1877). Ditarik oleh delapan ekor kuda putih, kereta ini digunakan secara resmi saat upacara penobatan raja sejak zaman Sultan HB VI sampai sekarang. Oleh karena kesakralan kereta tersebut, Sultan tidak boleh didampingi oleh sang istri saat mengendarai Kereta Garuda Yeksa.

Meski dilarang menaiki kereta-kereta yang dipamerkan, pengunjung diizinkan untuk berfoto di dalam museum tersebut. Pemandu wisata juga tersedia bagi Anda yang ingin mengetahui lebih detil sejarah masing-masing kereta.

————————————————————————————————————————————

Informasi mengenai Tur ini, Silakan kontak Worldlinks America, Los Angeles (La Habra): 562-691-1318 , San Francisco 415 242 8195 , Sales@WorldlinksAmerica.com.

Ingin mendapatkan Info Tur Terkini di Worldlinks America lewat Email atau WA, silakan daftar di www.TurDuniaGratis.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here