Ibukota Jepang memang pantas dikenal sebagai salah satu Mekahnya berbelanja di dunia, menawarkan sejumlah distrik meriah dan trendi di mana Anda dapat menemukan semuanya mulai dari kelas atas hingga yang murah, dari favorit para masyarakat subkultur hingga karya tradisional dan piranti antik. Di luar toko departemen, kota Tokyo memiliki jalan-jalan perbelanjaan yang tak terhitung jumlahnya—berkisar dari bulevard mewah penuh dengan toko-toko unggulan hingga ke ujung gang kecil yang lebih fokus menjual pernak-pernik spesifik seperti pakaian olahraga atau antik—serta beberapa mal besar.

Dari elektronik canggih hingga beragam barang-barang anime, karya-karya tradisional, mode trendi dan barang-barang bermerek, Tokyo memiliki toko yang menjual apa saja yang Anda ingin beli – meskipun tidak selalu dalam kisaran harga yang Anda harapkan.

Distrik wisata Tokyo yang beragam dua kali lebih banyak dari distrik perbelanjaan, banyak di antaranya memiliki karakter dan ciri khas mereka. Berikut adalah daftar general mengenai apa yang dapat diharapkan dalam situasi belanja pada setiap distrik sehingga Anda dapat membiasakan dan menyiapkan diri untuk berbelanja di kota besar ini.

shinjukuShinjuku – Salah satu distrik perbelanjaan dan hiburan terbesar di Tokyo, Shinjuku mungkin adalah kawasan teramai di Tokyo, dengan stasiun kereta yang juga sangat ramai (mengantar lebih dari tiga juta orang satu harinya). Berbelanja di sini bisa sedikit membingungkan. Namun Anda tidak harus menceburkan diri ke jalanan, karena stasiun Shinjuku sendiri adalah salah satu kompleks perbelanjaan terbesar di Jepang. Ia memiliki dua mal bawah tanah dan beberapa toko departemen besar seperti Lumine yang terkenal, yang melingkupi tiga gedung berbeda yang semuanya berhubung ke stasiun. Jalanan Mozaik adalah jalan perbelanjaan kecil bagi pejalan kaki yang beroperasi di sepanjang atas stasiun menyambung ke Mylord dengan toko departemen Keio. Shinjuku juga naungan toko departemen yang terkenal, Isetan, yang diresmikan pada tahun 1886. Berlokasi dekat pintu keluar Timur stasiun, Isetan memiliki lantai-lantai besar diperuntukkan bagi tren mode wanita terbaru, serta sebuah bangunan terpisah untuk mode terkemuka busana pria. Lokasinya juga dikenal karena tempat impian makanan di ruang bawah tanah besarnya, disebut depachika dalam bahasa Jepang (toko departemen bawah tanah). Di seberang Isetan Anda akan menemukan Bicqlo, kolaborasi unik dan menarik antara Uniqlo dan Bic Camera. Maka jika Anda sedikit mengenal areanya, Shinjuku dapat menjadi destinasi berbelanja yang praktis dengan pilihan yang sangat beragam.

Shibuya – Pusat mode kaum muda

ShibuyaShibuya adalah kawasan perbelanjaan paling meriah di Tokyo dan sumber ketrendian remaja di Jepang. Banyak toko departemen di area ini mengincar pembelanja perempuan muda di awal usia 20-an. Salah satunya adalah Shibuya 109 (“ichi maru kyu”) yang terkenal di dunia, sebuah institusi mode Jepang yang telah ada sejak 1979. Toko departemen dan kompleks perbelanjaan lain mencakup ShinOs, Tokyu, Shibuya Mark City, Seibu, Loft, Parcco, dan beberapa lokasi Marui (OIOI). Satu bangunan terkenal dan kontemporer adalah Shibuya Hikarie, yang mana terhubung langsung ke stasiun dan meliputi sebuah kompleks perbelanjaan 10 lantai yang lebih utama menargetkan wanita karir Jepang. Di atas lantai perbelanjaan terdapat restoran-restoran dengan pemandangan bagus dari kawasan tersebut, ruang besar untuk acara di mana beragam pameran dan Pekan Mode Mercedes-Benz diadakan, serta sebuah ruang teater 4 lantai yang luas, yang mengadakan musikal kebaratan. Di sebelah toko departemen, Shibuya dikenal akan ketiga jalan perbelanjaannya yang menarik: Koen Dori, Spain Zaka, dan Center Gai. Jika Anda di atas 30 tahun, Anda mungkin dapat merasa terlalu dewasa di beberapa toko dan trennya mungkin tidak begitu sesuai dengan koleksi Anda, namun jalan-jalan saja dan hibur diri Anda dengan kegilaannya.

Harajuku – Mode kelas atas vs tren remaja dan budaya berlawanan

HarajukuHarajuku memiliki sejarah panjang dan merupakan pusat budaya remaja paling ekstrim di Tokyo dan naungan bagi perempuan (dan laki-laki) Harajuku yang terkenal. Sebelah Timur stasiun Harajuku terdapat Takeshita Dori, dikenal di penjuru Jepang dan seluruh dunia sebagai sebuah tempat berkumpul populer bagi usia 13-15 tahun. Jalanannya—sangat ramai saat akhir pekan—dipadatkan oleh toko-toko menjual busana yang berani dan tidak mahal, aksesori dan suvenir bagus, serta kios-kios crepe dan gerai fast food. Setelah Olimpiade Tokyo 1964, perancang busana mulai mendirikan kantor dan studio mereka di kawasan ini dan Omotesando. Sejak itu, banyak toko pakaian untuk dewasa, warung kopi modern, dan restoran trendi telah dibangun di sana. Harajuku juga merupakan tempat yang populer untuk berbelanja barang-barang antik. Di Ura-Hara, labirin jalan belakang di belakang Omotesando, Anda akan menemukan toko-toko kecil eksentrik dan banyak toko barang bekas. Terdapat juga kedua kompleks perbelanjaan trendi LaForet Harajuku dan Tokyu Plaza Omotesando Harajuku, berisikan beberapa lantai butik dan toko mode, yang juga utamanya menargetkan pembelanja muda perempuan. Museum LaForet di lantai atas mengadakan beragam even dan pameran, dan pada lantai keenam Tokyu Plaza Anda dapat minum kopi Starbucks di tempat hijau yang nyaman sementara menikmati pemandangan bagus dari distrik tersebut. Kedua industri mode Jepang dan internasional mengamati Harajuku dengan lekat, karena banyak tren mode di masa lalu telah memiliki awal di kawasan berkreasi tinggi ini.

Ginza – Distrik perbelanjaan kelas atas premier Tokyo

ginzaGinza adalah distrik perbelanjaan termegah, terbesar di Tokyo, tempat berdirinya butik-butik mewah dan toko departemen glamor, seperti Mitsukoshi yang klasik dan Dover Street Market Ginza yang terkemuka. Dalam skala dunia, dapat dibandingkan dengan Oxford Street di London atau Fifth Avenue di New York. Tambahan bagi beragam toko-toko bermerek desainer internasional unggulan seperti MCM, Michael Kors, Christian Dior dan Louis Vuitton, terdapat pula peningkatan dalam rantai mode dengan harga terjangkau seperti Uniqlo, Zara, dan Abercrombie & Fitch tiba di Ginza belakangan ini. Namun, terselip di antara beberapa pemandangan mewah terdapat toko-toko karya tradisional seperti kerajinan halus di Takumi. Beragam pilihan belanja di kawasan Tokyo ini mencerminkan lingkupan budaya konsumen kota, yang selalu merupakan sebuah campuran kemewahan mode kelas atas dan lebih banyak dedikasi sederhana bagi kerajinan tradisional dan peninggalan negara. Ginza, maka, adalah area yang menakjubkan di mana tren terbaru dan tradisi tertua bertemu.

Omotesando

Bersebelahan dengan Harajuku, Omotesando adalah kawasan perbelanjaan kelas atas kedua terbesar di Tokyo setelah Ginza. Jalan Omotesando yang indah memiliki suasana mirip Eropa—memang, terkadang disebut sebagai Champs-Élysée—dan dijejeri oleh pohon Zelkova yang menuntun Anda ke Kuil Meiji dan taman Yoyogi yang terkenal. Merek kelas atas domestik dan internasional seperti Hugo Boss, Alexander McQueen, Issey Miyake, Comme des Garcons, Maison Martin Margiela, dan banyak lagi berlokasi di sepanjang Boulevard besar ini. Namun, jika Anda lebih tertarik dengan perancang internasional yang tidak begitu dikenal, salah satu toko oleh H.P. France dapat menjadi tempat yang bagus untuk memulai. Satu dari toko tersebut adalah Qut, berlokasi di sebuah jalan samping yang kecil di luar Omotesando dan menjual mode-mode mutakhir oleh perancang Jerman muda, di antara lainnya. Kebalikannya, Omotesando Hills, sebuah mal perbelanjaan dan lokasi perumahan dengan lebih dari 100 toko, juga patut dikunjungi. Dan bahkan jika Anda tidak tertarik untuk berbelanja, pusat mode kelas atas ini juga merupakan tempat bagi beberapa contoh arsitektur modern yang paling memukau di penjuru dunia.

Nihonbashi

Nihonbashidistrik perdagangan bersejarah yang menyediakan barang-barang tradisional dan makanan lokal
Distrik Nihonbashi diunjuk sebagai salah satu pusat terkemuka bagi perdagangan dan pemasaran saat Masa Edo. Ini adalah tempat cabang unggulan Mitsukoshi, toko departemen pertama di Jepang dan banyak toko-toko kecil dengan sejarah beratus tahun lamanya. Berkat pengembangan baru dengan standar yang baik, yang membangun sejarah distrik tersebut, Nihonbashi akan mencerahkan para pembelanja dengan produk-produk tradisional dan makanan wilayah.

Marunouchi – perbelanjaan kelas atas di sebelah Stasiun Tokyo

MarunouchiDistrik Marunouchi, pada bagian barat Stasiun Tokyo, adalah distrik bisnis yang baru direnovasi yang merupakan cabang utama bagi banyak perusahaan besar Jepang. Lantai-lantai bawah dari beberapa bangunan kantor di sepanjangan jalan Nakadori pusat berisikan kafe, restoran, dan sejumlah toko. Toko departemen tambahan dan sebuah mal bawah tanah dapat ditemukan di Stasiun Tokyo di dekatnya.

Ikebukuro – Toko departemen besar dan rantai elektronik

Ikebukuro, Tokyo, Japan

Ikebukuro adalah distrik perbelanjaan besar lain yang berpusat di Stasiun Ikebukuro, stasiun kereta kedua teramai di Jepang. Ikebukuro adalah tempat bertemunya grup toko departemen besar termasuk Sunshine City, kota di dalam kota pertama di Tokyo. Ikebukuro juga bersaing dengan Akihabara sebagai pusat elektronik, dengan toko retil elektronik yang meluas di kawasan tersebut.

 

Odaiba – Mal perbelanjaan pada pulau buatan manusia

OdaibaOdaiba adalah distrik perbelanjaan dan hiburan yang populer yang dibangun di pulau buatan manusia di Teluk Tokyo. Pulau tersebut adalah tempat kencan yang trendi, dan Aquacity, Decks dan Diver City mal perbelanjaannya melayani pengunjung dengan mencampurkan kegiatan belanja dengan hiburan. Odaiba juga memiliki kompleks perbelanjaan Palette Town dengan mal perbelanjaan Venus Fort bertemakan Venice yang menargetkan para perempuan muda.

Tokyo Solamaci – Belanja pada dasar Skytree Tokyo

Tokyo SolamaciDibuka pada bulan Mei 2012 di dasar Skytree Tokyo, Tokyo Solamachi adalah kompleks perbelanjaan dan ihburan yang menarik dengan lebih dari 300 toko dan restoran, termasuk toko-toko berkaitan dengan keistimewaan lokal Tokyo dan banyak toko suvenir unik.

 

Roppongi – Berbelanja taraf kelas atas di tengah-tengah kota

RoppongiDistrik Roppongi telah memiliki pembagusan terbaru dengan dibukanya Roppongi Hills dan kompleks Tokyo Midtown yang membawa masuk beratus-ratus pilihan belanja dan makanan kelas atas. Kebanyakan toko berspesialisasi di mode busana, aksesori, alat-alat rumah dan desain interior.

Sugamo – Harajuku Wanita Tua

sugamoToko-toko di sepanjang jalan perbelanjaan populer di Sugamo sejauh 800 meter, Jizo Dori, menargetkan klien-klien wanita tua. Jalanannya dinamakan dari sebuah patung kesayangan Bodhisattva Jizo yang berdiri di tanah kuil lokal dan dipercaya untuk memiliki kekuatan menyembuhkan. Distrik ini begitu ramai pada tanggal ke-4, 14, dan 24 dari setiap bulan ketika kuil tersebut mengadakan festival kecil.

Akihabara – Mekah elektronik dan pusat budaya Otaku

AkihabaraKawasan Akihabara adalah tempat tradisional Tokyo untuk elektronik, dan ini masih dapat ditemukan di distrik Kota Elektronik Akihabara dan toko-toko seperti Akihabara Radio Center. Namun kawasan ini juga telah menjadi dikenal sebagai pusat bagi otaku (penggemar berat) dan kesukaan mereka akan budaya anime, manga, dan J-Pop. Di antara toko yang melayani kaum otaku adalah Kompleks Mandarake yang sangat besar. Akihabara adalah tempat bagi banyak retil elektronik seperti Yodobashi Camera, Yamada Denki, Laox, dan Sofman serta beratus toko elektronik murah yang memadati sepanjang jalan distrik dan gang-gang kecil. Akihabara juga merupakan pusat budaya Jepang yang berkembang dengan berlusin toko didedikasikan untuk anime, manga, barang-barang koleksi dan game. Terdapat juga bazaar kerajinan 2k540 Aki-Oka Artisan berlokasi di bawah rel kereta; dan Jimbōchō, memililki lebih dati 170 toko buku, di sebelah barat Akihabara.

————————————————————————————————————————————

Informasi mengenai Tur ini, Silakan kontak Worldlinks America, Los Angeles (La Habra): 562-691-1318 , San Francisco 415 242 8195 , Sales@WorldlinksAmerica.com.

Ingin mendapatkan Info Tur Terkini di Worldlinks America lewat Email atau WA, silakan daftar di www.TurDuniaGratis.com

SHARE
Previous articleGinseng
Next articleGeisha di Kyoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here