Sensoji (浅草寺, Sensōji, juga disebut sebagai Kuil Kannon Asakusa) adalah sebuah kuil Buddha berlokasi di Asakusa. Kuil ini adalah salah satu kuil yang paling meriah dan populer di Tokyo. Di kota yang penuh dengan kuil, Sensoji adalah yang tertua, memiliki hampir satu setengah milenium sejarah, pasar suvenir terbesar Tokyo dan mungkin titik pertemuan yang paling mencolok: Gerbang Kaminarimon dengan lampion chochin merah besarnya.

Legenda bercerita bahwa pada tahun 628, dua saudara menarik patung Kannon, dewi pengampunan, keluar dari Sungai Sumida, dan meskipun mereka menaruh patung itu kembali ke sungai, ia selalu datang kembali ke mereka. Karenanya, Sensoji dibangun di dekatnya untuk Dewi Kannon. Kuil tersebut selesai dibangun pada tahun 645, menjadikannya kuil tertua di Tokyo.

Patung ajaib tersebut menjadi legenda lokal dan tidak lama kemudian peziarah dari seluruh Jepang mulai berdatangan; beberapa dari mereka adalah pemimpin Buddha terkemuka dan mengiklankan kunjungan mereka ke pengikut mereka pun tidak ada salahnya. Satu-satunya yang kurang adalah dukungan dari samurai dan ini datang kemudian pada abad ke-10 dan 11 ketika panglima perang luhur dari keluarga berpengaruh Taira dan Minamoto datang berkunjung dan membantu membangun/membangun ulang beragam bagian kompleks kuil—salah satunya, Taira no Kinmasa bertanggung jawab atas Gerbang Kaminarimon dan gerbang kedua terbesar, Hozomon.

Kuil Sensoji (dan Asakusa—cerita mereka selalu beiringan) meledak hebat saat masa Edo, pertama ketika Ieyasu menjadikannya kuil keluarga dan bahkan lebih ketika ia me-“nonaktifkan”-nya di tahun 1625. Dengan statusnya sebagai kuil shogun hilang, penduduk dari kota baru tersebut merasa lebih dekat dengannya; ketika para penguasa memutuskan untuk pindah ke daerah sekitar tempat pelacuran Edo yang sudah terkenal, Yoshiwara (ini terjadi di tahun 1657 karena sebuah kebakaran telah menghancurkan Yoshiwara yang asli dekan Nihonbashi), keramaian berlipat ganda.

Kuil Sensoji merupakan alasan desa kecil Asakusa menjadi kota: Ieyasu, shogun Tokugawa yang menciptakan kota besar Edo dan menjadikannya ibukota de facto Jepang di awal tahun 1600-an melihat sebuah simbolisme yang sangat cocok di Sensoji (juga, sebagai panglima perang terkuat di masanya, ia memerlukan semua bantuan yang bisa ia dapatkan dari para dewa dan Buddha). Menurut geomansi kuno, calon penjajah datang antara dari gerbang timur laut serta Kuil Zojoji di Shiba, dekat Menara Tokyo mengurusi bagian barat daya; Ieyasu membuat keduanya kuil keluarga.

Ketika ini terjadi, Kuil Sensoji telah berusia 1000 tahun. Riwayatnya mencetuskan pendiriannya pada tahun 628 M melalui salah satu cerita ini dari mana legenda dan agama terbuat: ketika memancing di sungai Sumida pada pagi hari di tanggal 18 Maret, kakak beradik Hinokuma Kamanari dan Takenari mendapatkan sebuah patung dewi Buddha Kannon emas kecil di jala mereka; mereka mencoba untuk menyingkirkannya tetapi ia terus kembali sehingga mereka memutuskan untuk mengambilnya. Ketika mereka kembali ke desa, mereka menunjukkan patung tersebut ke salah satu kepala desa, Haji no Nakatomo yang mana, sebagai Buddha taat yang mengerti apa artinya, membangun sebuah kuil untuk menaruhnya. Kuil tersebut adalah, tentu, Sensoji – “Senso” merupakan cara lain membaca karakter untuk “Asakusa” dan “ji” adalah “kuil”.

Ketika mendekati kuil, pengunjung masuk dahulu melalui Kaminarimon (Gerbang Petir), gerbang sebelah luar Kuil Sensoji dan simbol Asakusa serta seluruh kota Tokyo.

Jalan perbelanjaan sepanjang lebih dari 200 meter, disebut Nakamise, menuntun Anda dari luar gerbang ke gerbang kedua kuil, Hozomon. Selain suvenir tipikal Jepang seperti yukata dan kipas lipat, beragam camilan lokal tradisional dari area Asakusa dijual di sepanjang Nakamise. Jalan perbelanjaan tersebut memiliki sejarah berabad-abad.

Di luar Gerbang Hozomon berdiri balai utama kuil dan sebuah pagoda bertingkat lima. Hancur dalam perang, bangunan-bangunan tersebut secara relatif merupakan rekonstruksi terbaru. Kuil Asakusa, didirikan pada tahun 1649 oleh Tokugawa Iemitsu, berdiri hanya beberapa puluh meter ke kiri dari bangunan utama kuil.

Beragam even diselenggarakan di sepanjang tahun di area Kuil Sensoji. Terbesar di antaranya adalah Sanja Matsuri, festival tahunan Kuil Asakusa, diadakan di bulan Mei. Even-even lain adalah Karnival Samba Asakusa di bulan Agustus dan Hagoita-ichi (Pasar Hagoita) di mana dayung kayu yang dihias digunakan di permainan tradisional hanetsuki dijual.

Jalanan dijejeri oleh toko-toko (kebanyakan suvenir tapi juga toko-toko biasa, beberapa di antaranya berusia lebih dari 100 tahun) merupakan Nakamise Dori, berarti “jalanan dalam”, yaitu di dalam ranah kuil. Mereka dapat terlihat seperti pembangunan terbaru untuk membantu Anda menyimpan uang turis Anda namun sebenarnya Nakamise sudah lama ada: Anda dapat menemukannya di panduan ziarah dari masa Edo. Ternyata, penduduk masa Edo di abad ke-18 telah bersifat kewirausahaan seperti halnya penduduk Tokyo di abad ke-21 dan peziarah di abad ke-18 telah bersifat konsumeristik seperti halnya kita kini! Anda dapat membeli suvenir Anda di sini.

———————————————————————————————————————————–

Informasi mengenai Tur ini, Silakan kontak Worldlinks America, Los Angeles (La Habra): 562-691-1318, San Francisco 415 242 8195 , Sales@WorldlinksAmerica.com.

Ingin mendapatkan Info Tur Terkini di Worldlinks America lewat Email atau WA, silakan daftar di www.TurDuniaGratis.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here