Di musim apapun Anda datang ke Kanazawa, kunjungan ke Taman Kenrokuen tidak boleh dilewatkan. Taman Kenrokuen dianggap salah satu dari “Tiga Taman Terkemuka Jepang” dan memiliki beragam pohon, kolam, air terjun, dan bunga terbentang lebih dari 10 hektar (100,000 m2). Di Kenroku-en, Anda dapat menikmati perubahan yang datang dengan setiap musim sepanjang tahunnya.

Di musim semi, Anda mendatangi pintu masuk melalui jalan penuh pohon sakura yang perlahan merontokkan bunganya seperti hujan salju merah muda dan iluminasi malam hari memberikan rasa takjub yang bukan main.

Di musim panas, dedaunan, dengan bunga iris menari di antara semprotan air, adalah sebuah pelarian yang hangat dari kesibukan dan panasnya hari-hari dengan warna terang dedaunan.

Di musim gugur, daun-daun mapel membuat Anda ingin duduk berlama-lama.

Di musim dingin, taman, dalam beberapa aspek, berada dalam masa yang paling luar biasa.  Pemandangan berselimutkan salju di mana-mana. Karena salju yang berlimpah di pepohonan, cabang-cabang seringkali patah, maka untuk mencegah ini, yukitsuri dilakukan (tali direntangkan dari atas pohon hingga cabang-cabang di bawah untuk mencegah patahnya mereka oleh salju yang berlimpah), dan ini telah menjadi sebuah keistimewaan Kenroku-en.

Sejarah Kenroku-en

Nama Kenrokuen secara langsung berarti, “taman dengan enam keagungan” atau “sebuah taman yang menggabungkan keenam aspek dari sebuah taman yang ideal”. Keenam ciri khas ini adalah yang dipercaya secara tradisional oleh orang-orang Tionghoa sebagai hal yang harus ada untuk taman yang ideal – kelapangan dan keterpencilan, kerapihan dan keantikan, perairan dan panorama. Adalah hal yang jarang untuk menemukan sebuah taman yang mengombinasikan semua karakteristik ini maka warga-warga Kanazawa begitu bangga dengan taman ini. Taman ini adalah salah satu dari tiga taman paling terkenal di Jepang – dua lainnya adalah Korakuen (Okayama) dan Kairakuen (Mito).

Kenrokuen pernah menjadi taman bagian luar dekat Istana Kanazawa dan telah terdapat taman di lokasi tersebut sejak akhir 1600-an. Dikatakan sudah bermula pada masa Raja Maeda ke-5, Tsunonori Maeda. Taman awalnya disebut Renchi tei, namun telah hampir seluruhnya terbakar di tahun 1759, diperbaiki di tahun 1770-an dan kemudian diketahui sebagai Kenrokuen di tahun 1822.

Tempat ini telah banyak berubah sejak saat itu, seiring bangunan-bangunan villa kemudian dihancurkan untuk membuat ruang taman yang jauh lebih besar, yang mana tetap menjadi taman privat keluarga Maeda, tidak sepenuhnya terbuka untuk umum hingga tahun 1874. Terkadang kini, terasa seperti telah berubah secara ekstrim – pada waktu tersibuk, banyak pengunjung berkerumun di sekitar kolam utama, mengambil gambar di depan lampion berkaki dua yang terkenal, Kotoji dan mendengarkan pemandu wisata menceritakan mereka melalui megafon tentang “perdamaian dan ketenteraman” taman.

Keistimewaan Kenrokuen

Kenrokuen besar, menutupi lebih dari 11 hektar maka meskipun menjadi salah satu lokasi turis paling populer, Anda biasanya dapat menemukan sebuah sudut untuk Anda sendiri. Salah satu lokasi terbaik untuk mengasingkan diri adalah ke  puncak mana pun dari kedua bukit kecil di taman – Yamazaki yama terdapat di belakang taman ketika Anda masuk melewati Kasumiga ike (kolam) dan terus berjalan lurus.

Yamazaki yama memiliki pondok kecil dan kursi panjang (berguna jika hujan) di mana Anda bisa memandang ke bawah melalui pepohonan. Yang satu lagi adalah Sazae yama, dicapai dengan jalan berliku ke samping Uchihasi tei (warung teh). Hanya beberapa pengunjung berusaha mendaki ke atas sini dan Anda akan mendapat pemandangan indah dari kolam, warung teh dan lampion batu Kotoji-toro di bagian ujung kolam. Pada musim dingin ketika dedaunan tidak begitu menumpuk, Anda dapat melihat ke bawah bukit ke kota Kanazawa hingga ke sungai. Orang-orang yang tinggal di sini biasanya hanyalah mereka yang melukis atau merenung dalam diam.

Namun, Anda tidak bisa sembunyi dari orang-orang lain sepanjang hari. Taman tersebut memiliki banyak hal yang dapat dilihat dan area yang cukup bagus untuk berjalan-jalan, meski saya masih akan menyarankan kunjungan awal pagi hari atau akhir siang/sore hari untuk mendapatkan kenikmatan yang maksimal (terutama pada musim semi dan dingin ketika jam buka diperpanjang.) Taman tersebut memiliki beragam kolam, perairan, air mancur, jembatan, dan warung teh serta lampion batu berkaki dua Kotoji-toro yang terkenal, dan pepohonan dan bunga.

Menjelajahi Kenrokuen

Terdapat dua pintu masuk ke Kenrokuen, dengan banyak orang tiba dari Taman Istana Kanazawa di seberang jembatan Ishikawamon di bagian timur laut. Satunya lagi adalah pintu masuk Mayumizaka di bagian barat daya, di seberang Museum Seni Kontemporer Abad 21. Masuk dari Ishikawamon untuk pemandangan terkenal dari Kolam Kasumiga dan lampion Kotoji di sebelah kanan Anda. Di musim dingin terdapat pemandangan pepohonan pinus yang tertutup salju. Ini biasanya area teramai taman. Jika Anda teruskan, Anda akan melewati Tugu Peringatan Meji bagi mereka yang tewas di Pemberontakan Satsuma di tahun 1877. Terus berjalan lurus, Anda memanjat Tamazaki yama, namun terus ke kanan akan membawa Anda menyeberangi perairan berliku, penuh hingga ke mulut sungai dengan bunga iris jika Anda datang di musim panas. Di musim semi, Anda dapat berhenti di “jembatan hanami” dan berfoto-foto di bawah pohon sakura.

Di sebelah kiri, Anda dapat melihat vila Seisonkaku, yang mana dibangun untuk permaisuri-permaisuri keluarga Maeda. Awalnya disebut Tatsumigoten dan menutupi area yang jauh lebih besar. Rumah yang terpelihara ini memiliki keistimewaan terkenal seperti pintu geser dengan lembaran kaca bercat Belanda, namun jam buka yang tak bisa ditebak, maka check in lebih awal jika Anda ingin berkunjung.

Meneruskan ke selatan, Anda berjalan ke arah bagian tua taman, dan di ujung samping kolam utama, di kaki Sazae yama, adalah warung teh pertama Anda, di mana Anda dapat berhenti untuk menikmati secangkir matcha atau, lebih cenderung belakangan ini, segelas cola atau Pocari Sweat. Berjalan terus, Anda mencapai taman plum melalui jalan liku berseri melewati sudut taman yang biasanya sepi.

Belok ke kanan, Anda melewati warung teh Shiguretei, di mana jika Anda beruntung, akan terbuka untuk even spesial. Saat musim dingin bersalju, warung-warung teh ini digunakan untuk even-even seperti makan malam geisha,  dan mengintip melalui layar shoji dan melihat seorang wanita dengan dandanan cantik memainkan koto atau melakukan tarian kipas, seorang pengunjung dapat membayangkan berada di jaman dulu di saat warung-warung teh pertama kali dibangun. Lanjut ke atas, Anda menemukan kolam besar satunya lagi, Hisago-ike, yang merupakan fitur pertama yang Anda temui jika Anda masuk melalui gerbang Renchi-mon. Kolam Hisago memiliki Air Terjun Midori berketinggian 6,6 meter (21 kaki) yang mengucur ke perairan, tercipta di tahun 1774, dan warung teh tua satunya lagi , Yugaorei hinggap di tepinya, juga didirikan pada tahun 1774 dan satu-satunya bangunan di Kenrokuen yang tidak pernah dibangun ulang.

Akhirnya, seiring Anda kembali menuju Ishikawa gate (yaitu, arah Istana Kanazawa), Anda akan mendengar suara lain dari aliran air. Di seberang tempat yang sedikit jelek dari mesin penjual dan para penjual makanan adalah air mancur pertama di Jepang, didirikan di akhir abad ke-19, dan bekerja dengan tekanan air alami. Meskipun bukit Kenrokuen berada 50 meter di atas permukaan laut, air mengalir dari Sungai Saigawa dari sebuah ketinggian yang lebih tinggi. Sistem terowongan masih membawa air untuk keempat kolam dan beragam aliran dari sungai ke taman.

Terakhir, Anda dapat kembali ke atas melalui gerbang-gerbang ke titik observasi, yang memiliki pemandangan bagus dari kota Kanazawa. Namun saya akan menyarankan untuk cari tempat sepi, mungkin mendaki salah satu bukit, dan hanya merenungi keindahan yang sangat beruntung dilestarikan, yang dapat kita nikmati.

————————————————————————————————————————————-

Informasi mengenai Tur ini, Silakan kontak Worldlinks America, Los Angeles (La Habra): 562-691-1318, San Francisco 415 242 8195 , Sales@WorldlinksAmerica.com.

Ingin mendapatkan Info Tur Terkini di Worldlinks America lewat Email atau WA, silakan daftar di www.TurDuniaGratis.com

SHARE
Previous articleIstana Kanazawa
Next articleSensoji

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here