San-machi, jalanan kuno, adalah ikon pelesiran di Takayama. Pusat perdagangan ini merupakan simbol kemakmuran pada masa kota kuil dahulu. Anda wajib mengunjungi Kami-Sanmachi.

Pusat kota tua Sanmachi tumbuh di sepanjang jalur yang menghubungkan kastil, kuil dan kelenteng, dan juga subur di sekitar Takayama-Jinya, kantor pemerintah tua yang dibangun lebih dari 300 tahun yang lalu. Takayama-Jinya masih berdiri hingga sekarang.

Sejarah terasa hidup di jalan-jalan tua nan cantik ini, yang telah terpilih sebagai daerah pelestarian bangunan tradisional yang penting. Untuk saat ini, hanya bangunan coklat atau hitam yang diperbolehkan untuk dirombak atau dibangun baru dengan tujuan untuk mempertahankan atmosfir khas area ini.

Menurut kisah setempat, toko-toko dan rumah-rumah distrik Sanmachi berwarna hitam karena pemiliknya ingin menyamarkan kayu-kayu mahal semisal kayu cypress dan cedar sebagai bahan pembuat rumah karena kayu-kayu tersebut dilarang untuk bangunan pribadi. Untuk menghindar dari pengamatan pemerintah, yang sanksinya adalah rumahnya dirubuhkan, kayu-kayu mahal tersebut diwarnai dengan jelaga atau bahan sejenisnya.

Distrik bersejarah ini telah ditunjuk sebagai daerah bangunan tradisional penting oleh pemerintah Jepang.
Menelusuri jalanan tua ini bagaikan menelusuri lorong waktu. Ini adalah bagian sejarah yang benar-benar dapat Anda sentuh dan rasakan. Jelajahi toko-toko kerajinan, restoran dan pabrik sake yang masih menempati bangunan-bangunan bersejarah.

Atmosfirnya penuh keajaiban kala senja tiba dan kerumunan mulai berpencar.

Pabrik Sake di Takayama

Pabrik Sake di TakayamaTakayama, dengan suasana pegunungan yang indah, udara dingin, nasi istimewa dan air alami pegunungan, terkenal sebagai salah satu penghasil sake terbaik di Jepang. Daerah ini telah dikenal akan produksi sake selama lebih dari 400 tahun. Pada masa kejayaannya yaitu Zaman Edo (1603-1868) puncaknya ada sekitar 56 pabrik sake. Sekarang, masih ada enam pabrik sake lokal yang masih beroperasi, tersebar di kota tua bersejarah ini dan Anda berkesempatan untuk berwisata di pabrik-pabrik ini dan bahkan mencicipi sake.

Kota ini bagian kunonya bernama Sanmachi Suji yang merupakan perpaduan tiga jalur sempit dengan deretan rumah-rumah niaga dari Zaman Edo. Di sini, Anda bisa temukan enam pabrik sake tradisional Hirata (平田), Harada (原田), Kawashiri (川尻), Niki (二木), Hirase (平瀬) dan Tanabe (田邊). Penampakan pabrik-pabrik tersebut khas dengan adanya sugidama (bola-bola yang terbuat dari cabang pohon cedar) yang digantung di pintu masuk serta adanya sakadaru (tong sake) di depan pabrik. Bola Sugidama mengindikasikan umur sake. Bola cedar berwarna hijau berarti sake baru selesai dibuat, sedangkan bola berwarna coklat berarti sake telah matang dan siap dikonsumsi.

Musim dingin adalah puncak pembuatan sake, yaitu dari November sampai akhir Maret. Enam pabrik sake di sana membuka fasilitas produksi sake mereka untuk umum antara pertengahan Januari dan akhir Februari. Tiap pabrik sake bergiliran menyediakan wisata gratis di pabrik mereka. Jarang-jarang bisa Anda saksikan sendiri pembuatan sake yang telah dipraktekkan sejak dulu kala. Di bagian kota tua ini, sake telah diproduksi selama ratusan tahun dengan variasinya masing-masing.

Pabrik-pabrik sake tersebut selalu terbuka untuk pengunjung, jadi Anda dipersilakan memasuki dan mencicipi produk terbaik mereka. Kebanyakan pabrik-pabrik tersebut menawarkan sake gratis dan buka dari jam 8:00 pagi sampai 5:00 petang. Hirase adalah pabrik sake tertua di Takayama yang terkenal dengan sake “kusudama”-nya yang dikenal memiliki rasa yang jernih. Pabrik Sake Funasaka terus mengembangkan rasa sake baru tapi sekaligus mempertahankan tradisinya. Favorit saya adalah pabrik sake Harada. Di sini, dengan membayar 100 yen Anda sudah bisa membeli sebuah ochoko (cangkir sake) dan mencicipi 12 hingga 14 sake dari lemari pendingin. Ochoko-nya juga bisa dibawa sebagai oleh-oleh kenangan dari Takayama.

Boneka rejeki tanpa muka Sarubobo

Boneka rejeki tanpa muka Sarubobo“Saru” secara harfiah berarti monyet, dan “bobo” adalah sebutan orang Takayama untuk bayi. Dengan demikian, sarubobo berarti bayi monyet. Menurut tradisi, boneka-boneka ini dibuat sebagai jimat dan dihadiahkan sebagai pembawa rejeki untuk seseorang yang penting bagi Anda. Menurut cerita, para nenek dulu membuat boneka-boneka ini dan memberikannya kepada cucu-cucu mereka sebagai jimat pembawa rejeki.

Monyet telah dianggap sebagai hewan suci di China, India dan Afrika sejak dulu kala. Demikian pula, di Jepang monyet dianggap sebagai pembawa berita dari Tuhan. Orang sangat menghormati monyet dan percaya bahwa monyet melindungi rumah-rumah dari penyakit. Kebiasaan menggantungkan kepala monyet di depan lumbung banyak dijumpai dan merupakan perwujudan keyakinan masyarakat di sebagian daerah Hida.

“Saru” juga bisa berarti enyah, lebih khususnya hal-hal yang jelek enyah dan tidak mengganggu pemilik lumbung.
Kepercayaan yang lainnya adalah sarubobo akan menganugerahi Anda dengan rumah yang bahagia dan membantu Anda menemukan jodoh yang baik. Boneka-boneka ini juga diyakini bisa mempermudah persalinan bagi para wanita. Karena monyet-monyet biasanya bersalin dengan mudah, harapannya wanita juga demikian. Biasanya sarubobo berwarna merah, karena bayi monyet biasanya berwarna merah.

Sarubobo tidak punya mata, hidung ataupun mulut. Ini bisa diartikan bahwa sarubobo bagaikan cermin. Bila Anda senang, sarubobo mungkin bergelak tawa bersama Anda. Jika Anda sedih, sarubobo mungkin menangis bersama Anda.

Meski secara tradisi sarubobo berwarna merah, di zaman sekarang sarubobo bisa bermacam-macam bentuk, warna dan ukurannya. Tiap warna memiliki arti tersendiri dan diiklankan sebagai cindera mata untuk seseorang yang penting atau Anda sayangi, sehingga cocok untuk pria maupun wanita.

Merah = Pernikahan dan keluarga. Mendatangkan pernikahan yang bahagia, persalinan yang lancar dan pertumbuhan baik untuk anak-anak.
Emas = Uang dan sukses. Membantu memupuk bakat dan keterampilan. Melancarkan rejeki dan melindungi dari nasib jelek.
Kuning = Uang dan judi. Mendatangkan hoki dalam judi, lotre dan keuangan.
Pink = Cinta. Membantu Anda bertemu jodoh. Tapi, bila Anda sudah menikah atau punya pasangan, akan membantu hubungan Anda berjalan baik.
Biru = Pendidikan atau Pekerjaan. Dianggap mendatangkan ketenangan untuk meningkatkan daya konsentrasi.
Hijau = Kedamaian dan Kesehatan. Yang satu ini menjaga kesehatan dan mencegah penyakit.
Ungu = Umur panjangan dan Sukses. Dianggap mendatangkan sukses di semua aspek kehidupan, dan umur yang panjang dan sehat.
Hitam = Perlindungan dari kejahatan berupa apapun.

Boneka-boneka Sarubobo adalah oleh-oleh yang bagus untuk siapapun dan mewakili tradisi budaya di daerah Hida. Tidak hanya mudah didapat, tapi juga bentuk dan ukurannya bermacam-macam, ditambah lagi dipercaya dapat membawa rejeki. Bahkan jika Anda tidak menyukai bonekanya, ada banyak camilan dan kue Sarubobo yang bisa Anda nikmati di daerah ini. Jadi, dapatkan sarubobo ketika Anda berkunjung ke daerah Hida.

————————————————————————————————————————————-

Informasi mengenai Tur ini, Silakan kontak Worldlinks America, Los Angeles (La Habra): 562-691-1318 , San Francisco 415 242 8195 , Sales@WorldlinksAmerica.com.

Ingin mendapatkan Info Tur Terkini di Worldlinks America lewat Email atau WA, silakan daftar di www.TurDuniaGratis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here