Nami Island atau Namisum merupakan sebuah pulau kecil berbentuk bulan setengah berlokasi di Chuncheon, Korea Selatan, terbentuk karena peristiwa banjir oleh air pasang dari Sungai Han Utara sebagai hasil dari konstruksi Bendungan Cheongpyeong pada tahun 1944. Namanya diambil dari Jenderal Nami yang meninggal pada usia 28 tahun setelah dituduh berkhianat pada masa pemerintahan Raja Sejo, raja ketujuh Dinasti Joseon di Korea. Meskipun makamnya tidak ditemukan, ada tumpukan batu di mana jasadnya diduga terkubur.

Pulau Nami merupakan oase bagi budaya dan rekreasi dalam keharmonisan yang damai dengan kemanusiaan dan alam. Dengan menaiki kapal ferry lima menit saja, para pengunjung dapat melihat hutan yang penuh dengan pepohonan hijau tinggi dan rerumputan hijau luas di mana burung unta, kelinci, bajing, tupai, bebek, dan merak menyambut para pengunjung dengan hangat di tengah bunga-bunga liar. Di Pulau Nami, seniman dari segala penjuru dunia memamerkan bakat-bakat mereka dan berbagi rasa ketentraman pikiran yang diciptakan tersendiri oleh pulau tersebut. Pulau ini menjadi tempat berlangsungnya Festival Buku Anak-anak Internasional Pulau Nami (NAMBOOK) dan beberapa acara kebudayaan lainnya yang diadakan setiap akhir pekan, yang menyebabkan Pulau Nami menjadi salah satu atraksi utama kebudayaan dan seni bagi para turis di Korea. Pada tahun 2006, Pulau Nami mengumumkan kemerdekaan kebudayaannya dan terlahir kembali dengan nama Republik Naminara. Mereka memiliki bendera nasional, lagu kebangsaan, kurs, paspor dan kartu telepon, cap, sistem ejaan, bahkan sertifikat kewarganegaraan sendiri.

Nami adalah rumah bagi beberapa galeri dan tempat di mana Song Museum berlokasi, di mana museum itu juga menampung koleksi alat musik tradisional internasional (liuseum). Ada banyak panggung indoor dan outdoor, fasilitas untuk seminar dan workshop dengan tambahan hotel nasional Naminara dengan 46 kamar, serta 10 pondok. Pulau Nami dibangun dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mental dan fisik anak-anak seluruh dunia. Maka, mereka menjadi sponsor untuk acara Penghargaan Hans Christian Andersen dan berkontribusi secara berkala kepada UNICEF. Sejak tahun 2013 mereka mensponsori Perhimpunan Ilustrasi Buku Bergambar Internasional Pulau Nami.

Naminara juga unik di lain hal. Saat malam, semua lampu di pulau dimatikan sehingga pengunjung dapat menikmati alam di bawah cahaya rembulan dan bintang. Sebagian besar sampah kertas dan botol yang sudah tidak digunakan oleh pengunjung didaur ulang dan dipakai ulang. Naminara memiliki peraturan perekrutan dan pensiunan yang sangat terbuka sehingga masyarakat dapat bekerja sampai mereka berusia 80 tahun jika mereka menginginkan.

Pulau ini, terutama jalan Metasequoia, merupakan salah satu lokasi syuting film utama di serial drama Sistem Penyiaran Korea tahun 2002 Winter Sonata yang dibintangi Bae Yongjoon dan Choi Jiwoo. Tempat ini menarik 270.000 pengunjung domestik dan luar negeri pada tahun 2001. Setelah muncul di seral drama, tempat ini menarik 650.000 pengunjung pada tahun 2002. Sejak saat itu angka pengunjung kian bertambah, mencapai 2,3 juta pada tahun 2012 dan 3 juta pada tahun 2014.

 

———————————————————————————————————————————–

Informasi mengenai Tur ini, Silakan kontak Worldlinks America, Los Angeles (La Habra): 562-691-1318 , San Francisco 415 242 8195 , Sales@WorldlinksAmerica.com.

Ingin mendapatkan Info Tur Terkini di Worldlinks America lewat Email atau WA, silakan daftar di www.TurDuniaGratis.c

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here